Beranda Praya Metro Menyoroti Keberadaan Armada Sampah di Lombok Tengah

Menyoroti Keberadaan Armada Sampah di Lombok Tengah

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA KURANG DIRAWAT: Dua armada pengangkut sampah tak bisa difungsikan.

Kurang Perawatan Butuh Perbaikan

Persoalan sampah di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang hingga saat ini, belum tertangani dengan baik. Hal ini disebabkan karena memang sejumlah fasilitas kurang memadai. Ada juga yang tak difungsikan.
JAYADI-PRAYA

NAMANYA saja sampah, tetap kembali jadi sampah. Selama ini soal penanganan sampah sering mendapat sorotan, namun sayang belum benar-benar diseriusi pemerintah?
Tuntutan mendesak harus bersih, namun fasilitas belum memadai. Hal ini kemudian jadi masalah bagi petugas dalam menjalankan tugasnya sebagai petugas kebersihan. Lantas sampai kapan ini?
Salah satu contoh, dari 11 dum truk yang khusus untuk mengangkut sampah milik Kantor Lingkungan Hidup ( KLH) Loteng, tidak pernah diganti. Bahkan sekarang, armada ini dalam kondisi mesin tua.
Selain itu, ini juga terjadi karena selain kesadaran masyarakat yang kurang untuk pembuangan sampah dan jarak tempuh tempat pembuang akhir (TPA) di Pujut yang dinilai cukup jauh. Sehingga, armada dum truk banyak yang rusak dan belum diperbaiki sampai sekarang. Ada apa?

Hasil pantauan Radar Mandalika di halamanan kantor UPT lama di Jontlak. Terlihat nampak beberapa dum truk pengangkut sampah terparkir rapi. Dimana, truck tersebut ada yang ditemukan tanpa roda. Namun kondisi mesin belum diketahui.
Dari informasi yang diperoleh, volume sampah yang masuk dalam TPA saja sekitar 460 meter/kubik. Yang terangkut hanya sekitar 60 persen. Sangat jauh dari perkirakan. Sedangkan dalam catatannya, sampah yang dibuang kepala keluarga (KK) mencapai 800 gram sehari.
Kebanyakan armada yang rusak dan mangkrak ini, terjadi selain dimesin juga dibak truk pada bagian atas rusak. Kebanyakan bolong karena air sampah yang selama ini diangkutnya bercampur. Namun, itu semua terjadi juga karena perawatan dari petugas yang kurang.
“Jadi begitu lah kondisinya,” kata salah satu petugas kebersihan yang tidak mau namanya dikorankan.

Sementara, dari ketarangang Kepala KLH Loteng, L Rahadian menceritakan armada yang rusak membuat pengelolaan sampah menjadi salah satu masalah di Kota Praya. Hal itu karena pemanfaatan sampah oleh masyarakat masih kurang, membuat sampah banyak berserakan.
“Kalau sekarang kita ada 11 dum truk. Dan 15 pengangkut sampah roda tiga,” kata Rahadian belum lama ini. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here