Beranda Headline Lagi, Penyeberangan Bali-Lombok Ditutup

Lagi, Penyeberangan Bali-Lombok Ditutup

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA CUACA: Kondisi arus gelombang di perairan Gili Trawangan. Nampak sejumlah warga saat membantu menepikan kapal kelas Bottom untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

KLU —Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Utara sejak 2 Agustus kemarin membuat arus gelombang di perairan Selat Lombok bagian utara cukup tinggi. Hal ini pun membuat penyeberangan kapal cepat Bali-Lombok, khususnya ke Gili Trawangan ditutup kembali.
Pejabat Pelaksana Harian Unit Penyelenggara Pelabuhan kelas 3 Pemenang, Mahdi menyampaikan, kebijakan penutupan kembali arus penyeberangan ini guna mengantisipasi terjadinya gangguan penyeberangan yang dapat mengganggu keselamatan penumpang. Sebab jika dipaksakan untuk menyebrang, dapat membahayakan penumpang.
“Info dari BMKG gelombang saat ini mencapai 2 meter lebih,” ungkapnya.
Sebelumnya 31 Juli lalu penyeberangan Bali-Lombok sudah dibuka. Namun dengan cuaca yang buruk kembali terjadi, akhirnya pihkanya kembali menutup arus tersebut.
“Karena kondisi dinyatakan sudah aman, makanya kita buka. Tapi saat ini kembali kita tutup dan perkiraan cuaca buruk ini terjadi sampai 4 Agustus mendatang,” bebernya.
Ia menerangkan bahwa pada Kamis kemarin penyeberangan sempat dibuka pada waktu pagi hingga pukul 08.00 wita. Sebanyak tiga kapal cepat pun langsung beroperasi mengangkut penumpang dari Gili Trawangan menuju Bali
“Untuk kapal cepat biasanya dalam sehari melakukan penyeberangan 23-28 trip sehari, jika dalam kondisi cuaca normal. Tapi untuk saat ini off dulu,” jelasnya.
Angin kencang yang terjadi Kamis kemarin juga menimbulkan ombak pinggir di perairan pantai Gili Trawangan. Hal ini cukup membahayakan karena arus gelombang juga dirasakan cukup tinggi, namun demikian masih bisa dilalui penyeberangan dari pinggiran daratan Lombok.
Terpisah, Kepala Koperasi Karya Bahari, Sabarudin mengatakan dengan penutupan kapal cepat Bali-Lombok, jelas sedikit mengganggu kunjungan wisatawan ke tiga gili. Dimana dirinya mendapat kabar dari pelaku wisata, angka tamu menginap menurun. Namun dari pengangkutan publik boat yang ditangani Koperasi Karya Bahari, penumpang semakin tinggi angkanya. Hal ini bebernya karena penundaan penyeberangan kapal cepat para wisatawan memanfaatkan Pelabuhan Bangsal dalam menyeberang ke tiga gili jika menggunakan akses pesawat atau melalui Pelabuhan Lembar. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here