Beranda Lombok Timur Kritik Kerja Tim Tanggap Darurat

Kritik Kerja Tim Tanggap Darurat

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Mulyanto Tejo Kusumo

LOTIM – Penanganan korban bencana gempa bumi di Kecamatan Sembalun dan Sambelia Lombok Timur (Lotim), terus dilakukan. Satuan Tugas (Satgas) tanggap darurat juga sudah dibentuk dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati nomor 188.45/456/BPBD/2018. Namun selama penanganan bencana, Kepala Dinas Sosial (Disos) Lotim, H Mulyanto Tejo Kusumo justru melihat Satgas Tanggap Darurat kebanyakan rapat. “Tim kebanyakan rapat. Rapat tetap diperlukan, tapi rapatnya bagaimana mengkoordinasikan yang lain-lain. Bukan terlalu konsen sama bantuan,” katanya kepada Radar Mandalika di Sembalun, kemarin.

Ia mengatakan, bantuan kebutuhan dasar masyarakat terkena dampak gempa, terus mengalir. Tinggal bagaimana memastikan bantuan itu apakah sudah tepat sasaran atau tidak. Sebab, masyarakat korban gempa, banyak mengeluhkan soal bantuan. Terutama, korban yang tinggal di tenda-tenda kecil yang dibangun di pemukiman. Utamanya, kebutuhan akan air bersih.
Apalagi, data pengungsi sudah diinventarisir kemudian diserahkan serta diverifikasi. Bantuan mestinya tidak terlalu lama ditumpuk di posko induk maupun posko pembantu. Melainkan langsung didistribusikan ke pengungsi. Sudah
dibuat posko induk dan posko pembantu. Tinggal Satgas bergerak mengkoordinir dan memastikan bantuan sudah sampai atau tidak. Karena begitu banyak bantuan yang mengalir. “Ya harus seperti kata Jokowi, bagaimana agar kerja, kerja dan kerja. Bukan terlalu banyak rapat,” tegasnya namun enggan menyebutkan berapa kali rapat dalam sehari. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here