Beranda Mataram Dari Silaturahmi Gubernur NTB Terpilih dengan APTISI

Dari Silaturahmi Gubernur NTB Terpilih dengan APTISI

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA SILATURAHMI: Ketua Aptisi Wilayah B NTB Lalu Darmawan Bakti (kanan), Gubernur NTB terpilih Dr Zulkieflimansyah (tengah), Rektor Universitas 45 H Evron Asreal (kiri) dan anggota APTISI Wilayah B NTB saat, silaturahmi, Rabu (1/8) lalu.

Curhat Kendala PTS, Dr Zul Sarankan Berpikir Out The Box

Sejumlah Penguruan Tinggi Swasta (PTS) di NTB, mengeluhkan rekrutmen calon mahasiswa yang semakin sulit. Curhatan itu disampaikan di hadapan Gubernur NTB terpilih, Dr Zulkieflimansyah.
SRI SUSANTINI-MATARAM

MENGEsdLOLA sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tidaklah mudah. Berbagai kendala dihadapi. Jika ini dipikirkan sendiri oleh institusinya masing-masing, maka akan dirasa berat untuk menjalankannya. “Dengan pertemuan ini, kita bukan lagi berkompetisi melainkan kita harus berkolaborasi,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah B NTB, Lalu Darmawan Bakti saat silaturahmi dengan Gubernur NTB terpilih Dr Zulkieflimansyah, Rabu (1/8), di Bale Sangkep Universitas 45 Mataram.
Pertemuan mengundang seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta untuk bersilaturahmi sekaligus membahas kendala yang selama ini dihadapi PTS. “Yang kami undang semua PTS, 150 dosen dan Alhamdullilah banyak yang menyempatkan diri ada hadir,” ujarnya.
Dikatakan, pertemuan yang digagasnya ini adalah pertemuan yang ditunggu-tunggu seluruh kampus swasta di NTB. Agendanya membahas berbagai hal, baik tantangan dan peluang keberlanjutan PTS Di NTB.
Dari pertemuan itu, banyak hal yang ternyata menjadi perhatian yang sama dari semua kampus. Antara lain terkait akreditasi institusi, dan sertifikasi tenaga pengajar. “Inilah yang jadi tantangan berat perguruan tinggi swasta saat ini,” katanya.
Saat ini terdapat 53 PTS di NTB yang mendapatkan izin dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ia meminta agar PTS di NTB saling bekerjasama. “Dengan bekerjasama ini kita bisa saling melengkapi,” imbuhnya.
Sementara Gubernur NTB terpilih sekaligus Ketua Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Dr Zulkieflimansyah mengakui, mengurus PTS memang tidak mudah. Bahkan tantangan-tantangannya semakin berat. “Mengurus PTS tidak gampang, tidak boleh lagi mengantungkan nasib PTS itu kepada pemerintah. Tapi kalau ada keinginan dengan cara-cara lain banyak peluang dan kesempatan,” ujarnya.
Cara yang paling mudah adalah bagaimana menjalin relasi yang baik dengan dunia usaha. Artinya, melibatkan dunia usaha dalam proses pendidikan. “Ini cara yang tidak biasa. Jadi kita harus berpikir out the box, dan intinya saling membantu,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here