Beranda Lombok Timur TNI dan Polri Bersihkan Puing Reruntuhan Rumah

TNI dan Polri Bersihkan Puing Reruntuhan Rumah

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PEMBERSIHAN: Tampak prajurit TNI dan Polri saat membantu warga melakukan pembersihan puing-puing rumahnya di Dusun Sajang, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun usai gempa 6,4 SR beberapa waktu lalu, kemarin.

LOTIM – Masyarakat terkena dampak bencana gempa belum berani kembali ke rumahnya masing-masing. Malam hari, mereka menginap di posko pengungsi yang sudah disiapkan. Adapula menginap di tenda yang mereka buat sendiri. Sementara siang hari, warga memanfaatkan waktu untuk membersihkan puing-puing reruntuhan rumah. Pembersihan dibantu prajurit TNI dan Polri.
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) IX Udayana, Mayjen Donny Susianto saat berkunjung ke Sembalun mengatakan, ratusan prajurit TNI bersama Polri diterjunkan membantu warga membersihkan puing-puing reruntuhan rumah sampai beberapa hari kedepan. Pembersihan itu dilakukan agar masyarakat bisa cepat membangun rumahnya masing-masing. Terlebih, pemerintah sudah memberikan anggaran kepada korban yang rumahnya mengalami kerusakan. Itu untuk biaya membangun kembali rumah yang mengalami rusak berat. “Sejak beberapa hari lalu, prajurit kami sudah bekerja bersama Polri membantu warga membersihkan reruntuhan rumahnya. Baik yang rusak berat maupun rusak ringan,” jelasnya.
Selain prajurit TNi dan Polri yang turun tangan membantu masyarakat. pembersihan puing-puing rumah juga dibantu beberapa pihak lainnya seperti mahasiswa Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Lombok Tengah. Bahkan Gubernur STPDN, sudah datang selain melihat kondisi masyarakat di pengungsian. Juga melihat kondisi rumah warga yang rusak. “Secepat mungkin menuntaskan pembersihan puing-puing rumah maupun fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan,” tandasnya.
Data sementara bangunan rumah di Kecamatan Sembalun rusak berat sebanyak 485 unit, dan rusak ringan 996 unit. Sedangkan di Kecamatan Sambelia, bangunan yang rusak berat sebanyak 775 unit, dan rusak ringan 407 unit. Data tersebut, masih terus bergerak. Sementara nilai kerugian yang diderita dari total keseluruhan rusak berat dan rusak ringan, sampai saat ini belum ditaksir oleh otoritas terkait. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here