Beranda Praya Metro Setiap Tahun Buka Jalan Usaha Tani

Setiap Tahun Buka Jalan Usaha Tani

BERBAGI

PUJUT —Pemerintah Desa (Pemdes) Segala Anyar, Kecamatan Pujut setiap tahun melakukan pembukaan jalan baru. Karena begitu pentingnya program ini, Pemdes setempat menjadikan program infrastruktur ini sebagai program skala prioritas desa.

Sekretaris Desa (Sekdes) Segala Anyar, Hasbullah mengatakan, sebelum dana yang dikelola desa lebih banyak seperti tiga tahun terakhir ini, pihaknya kerab memprogramkan pembukaan jalan baru sebagai program skala prioritas setiap tahunnya. Pada 2016, juga dilakukan pembukaan satu ruas jalan baru. Seperti di Lamben-Sepit-Dongak yang panjangnya mencapai 2,5 kilometer lebih. Selain itu, pada tahun lalu Pemdes juga membuka tiga ruas jalan baru. Diantaranya, ruas jalan baru Dusun Kadik I dengan panjang 1,5 kilometer dengan lebar 4 meter lebih. Kedua, ruas jalan baru di Dusun Parenauh-Penyawung sepanjang 1,68 kilometer. Serta ruas jalan Karang Baru-Nonoh Lauk sepanjang 400 meter dengan lebar tiga meter. Ketiga ruas jalan baru usaha tani tersebut, kata dia, dikerjakan dengan dana sebanyak Rp 108 juta lebih melalui Dana Desa (DD). Tidak hanya itu, sebutnya, pada tahun ini pihaknya bakal membuka jalan baru lebih banyak lagi. Dari perencanaan awal, Pemdes bakal membuka jalan baru sebanyak lima ruas.

“Alhamdulillah, proses pembebasan lahan lancar-lancar aja berkat sosialisasi meski sebelumnya agak rumit memang,” ungkap mantan Ketua TPK Segala Anyar ini.

Ditambahkan, pembukaan jalan baru selama ini semuanya melewati lahan produktif pertanian warga. Akan tetapi, karena kesadaran dan besarnya beban warga saat sebelum jalan dibuka. Sebab, membutuhkan tenaga dan biaya yang banyak untuk mengangkut hasil pertanian mereka. Bayangkan saja, karena tidak adanya jalan usaha tani sebagian besar petani membayar buruh untuk mengangkut padinya ke jalan besar. Biayanya juga cukup banyak, Rp 15 ribu perkuintal. Biaya tersebut tidak termasuk biaya perontok dan biaya angkut hingga lokasi rumah.

“Biaya pertanian warga cukup besar dulu sebelum jalan baru ini ada,” ujarnya.

Senada, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Segala Anyar, Ambun menuturkan, kini setelah dibuka jalan baru, di beberapa tempat harga lahan sudah melonjak drastis. Sebelumnya, harga per are hanya Rp 500 ribu saja. Saat ini harganya sudah berkisar Rp 15 juta per are. Selain itu, sejumlah rumah yang awalnya terisolir karena tidak adanya akses jalan menuju jalan kabupaten, kini sudah tidak dijumpai. Lebih jauh disampaikan, sejak dibuka jalan baru usaha tani tersebut pihaknya memperbaiki secara bertahap. Artinya, jika tahun lalu dibuka pada tahun berikutnya baru dilakukan pengerasan atau penimbunan.

“Kita upayakan pembukaan jalan baru ini terus diprogramkan. Mumpung masih tidak rumit,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here