Beranda Praya Metro Salurkan Bantuan Kepada 13 Ribu RTM

Salurkan Bantuan Kepada 13 Ribu RTM

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA SOSIALISASI: Sekretaris Distanak Loteng saat mensosialisasikan kepada penerima bantuan di, kemarin.

PRAYA — Dinas Pertanian dan Perternakan Lombok Tengah (Loteng) akan menyalurkan bantuan ternak kepada 13 ribu rumah tangga miskin (RTM) di dua kecamatan. Kecamatan Praya Barat, dan Praya Timur.
Jumlah bantuan tersebut mencapai 6.500 ribu ekor bibit ayam jenis KUB. Sehingga dalam satu RTM dapat menerima sebanyak 50 ekor unutk dikembangkan.
Bantuan ternak akan diberikan kepada rumah tangga yang tergolong miskin di subsektor pertanian sebagai bagian dari usaha mengentaskan kemiskinan seperti yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo. Selain bantuan ayam, mereka penerima bantuan akan diberikan bantuan uang sebesar Rp 500 ribu untuk membuat kandang ayam tersebut.
“Tujuan bantuan ini tidak lain untuk mengetaskan angka kemiskinan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Lalu Iskandar, kemarin.
Iskandar menegaskan, bantuan sepertinya akan disalurkan pada bulan Agustus ini. Sebab, sekarang pihaknya sedang melakukan sosialisasi pada semua penerima bantuan itu. Bahwa mereka selain akan menerima bantuan ekor ayam dan dana pembuatan kandang, pihaknya juga akan membagikan bibit sayuran dan pohon kelapa yang menghasilkannya.
“Sayuran dan kelapa ini tentu akan membuat hidup mereka tambah berhasil jika memang mereka berhasil,” ujarnya.
Meski dirinya enggan membeberkan jumlah kesulurahan anggaran tersebut, namun ia mengaku itu merupakan program dari kementrian dan anggarannya dari APBN.
Ia menegaskan, kegiatan verifikasi RTM dilakukan oleh Tim Pelaksana Program Bekerja, perangkat desa. Verifikasi dilakukan dalam bentuk verifikasi data adminisitrasi (on desk on site verification) dan verifikasi lapangan.
“Kami akan mendiseminasikan hasil inovasi pertanian salah satunya ayam KUB,” ujarnya.
Iskandar mengaku, penyumbang angka kemiskinan terbesar adalah dari para warga yang bekerja sebagai petani. Hal itu disebabkan tidak terlepas dari kepemilikan lahan yang kurang merata dan banyak penggangguran.
“Kalau tidak salah sekitar 53 persen angka kemiskinan dari kalangan petani,” bebernya.
Ia menyatakan, angka kemiskinan yang tercatat sendiri mulai dari tahun 2014 mencapai 16,03 persen atau 145.180 jiwa, sementara untuk Tahun 2015 naik menjadi 16,26 persen atau 147, 940. Sedangkan tahun 2016 turun menjadi 15,80 persen atau 145, 370. Begitu juga dengan tahun seterus hingga tahun ini. Sehingga, dari angka tersebut Penyumbang terbesar dalam kemiskinan adalah para warga yang bekerja sebagai petani mencapai 53 persen dan 24 persen adalah masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan serta kepala keluarga yang pendidikanya hanya tamatan SD.
Namun nantinya setelah mereka mendapatkan bantuan itu, ekonomi mereka akan bertambah. Dan jika berhasil mengembangkan perternakan ayam itu tentu akan mencipatkan lapangan pekerjaan. “ Semoga aja mereka semua berhasil melakukan ternak ayam ini,” tuturnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here