Beranda Headline Ribuan Pendaki Sudah Keluar Rinjani

Ribuan Pendaki Sudah Keluar Rinjani

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PENJELASAN : Dirjen KSDE KLHK saat memberikan keterangan pers tentang penyelamatan pendaki dan langkah ditempuh pasca gempa, di kantor Camat Sembalun, kemarin.

LOTIM – Direktur Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (Dirjen BKSDE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK), merilis pendaki yang berhasil diselamatkan. Dalam keterangan persnya di kantor Camat Sembalun, kemarin, disebutkan jika semua tim evakuasi sudah keluar dari kawasan Taman Gunung Rinjani (TNGR).
Dirjen BKSDE Kemen LHK, Wiratno mengatakan, penyelamatan pendaki itu ditetapkan melalui surat keputusan Dirjen BKSDE nomor PG.3/SET/KU/OLT0/8/2018. Hingga per Agustus, jumlah pendaki dievakuasi sebanyak 1.226 orang, terdiri dari 696 orang Warga Negara Asing (WNA) dan 530 orang Warga Negara Indonesia (WNI). Dari jumlah WNA itu, terbanyak berasal dari Thailand 358 orang atau 54,88 persen, Perancis 68 orang atau 9,77 persen, Belanda 43 orang atau 6,17 persen, Jerman 25 orang atau 3,59 persen, dan Swiss 21 orang atau 3,01 persen.
Penyelematan pendaki TNGR dilakukan di bawah kendali Kepala Balai TNGR, Ditjen KSDAE KLHK, Balai KSDA NTB, Basarnas, Kopassus 40 orang, Korem 162 WB, Koramil Sembalun, Brimob Polda NTB, Sabhara dan Dalmas Polres Lotim, tim medis edelweiss medical health center, serta Grahapala Unram. Untuk mendukung operasi evakuasi, disiapkan alat transportasi, komunikasi, logistic, medis, dan helikopter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).
“Satu korban meninggal akibat terkena batu longsor di KM 10 jalur pendakian atas nama Moch Ainul Taksim 26 tahun asal Makassar, sudah diserahkan Kemen LHK melalui Sekretaris Jenderal. Jenazah telah tiba hari ini (kemarin, red),” jelasnya.
Ditambahkan, aktivitas pendakian Gunung Rinjani melalui seluruh jalur pendakian ditutup KSDAE. Penutupan terhitung sejak tanggal 29 juli lalu, hingga waktu yang belum ditentukan. Selain itu, pihaknya akan segera melakukan penelitian dan pengkajian terhadap keamanan jalur pendakian. Kemudian jalur pendakian alternatif evakuasi, prediksi pola kegempaan dan letusan serta dampak pendakian. Penelitian dan pengkajian akan dilakukan oleh tim pakar, bersama praktisi secara terpadu. “Hasil penelitian dan pengkajian, nanti kita laporkan pada publik,” tegas Wiratno.
Pasca gempa, beberapa langkah diambil untuk antisipasi dan menangani bila terjadi bencana pendakian. Salah satunya, merancang jalur evakuasi dan sistem evakuasi, penguatan koordinasi dengan stakeholder terkait kebencanaan, Diklat SAR bagi petugas dan pelaku wisata seperti trek organizer, guide dan porter. “Kami tim tanggap bencana di kawasan TNGR tetap bersiaga hingga 6 Agustus mendatang. Apabila terjadi keadaan darurat agar menghubungi call centre Balai TN Gunung Rinjani, dengan nomor 0811283939,” imbaunya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here