Beranda Lombok Timur Pengunjung Rinjani Akan Dibatasi

Pengunjung Rinjani Akan Dibatasi

BERBAGI

LOTIM – Pasca gempa bumi melanda Pulau Lombok dan merenggut nyawa 17 warga dan dua pendaki, aktivitas pendakian menjadi atensi Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE). Akan dilakukan perbaikan managemen pendakian di Gunung Rinjani. Termasuk di semua gunung yang dikelola KLHK. Nantinya, akan digunakan e-tiket sebagai bagian dari managemen pengunjung, pelaku wisata dan jasa usaha. Untuk Rinjani sendiri, menggunakan aplikasi e-Rinjani. Artinya, tiket pengunjung tidak lagi dilayani secara manual.
Penggunaan e-Rinjani, meminimalisir pendakian secara ilegal. Bila masuk secara ilegal, bisa dilakukan proses hukum. Pengunjung yang memesan tiket secara online, nantinya menunjukkan KTP melalui scanner barkot. Termasuk mencantumkan nomor Hp pengunjung, dan nomor Hp keluarga. Sementara pengunjung WNA, menunjukkan passport dan sebagainya. Sebab berkaca dari pengalaman, TNGR tidak menduga terjadi pembengkakan dari data yang ada.
“Per agustus ini, kita berlakukan sistem booking online,” kata Dirjen KSDAE, Wiratno, kemarin.
Selain mengunakan e-Rinjani, pembatasan kuota pengunjung juga dilakukan setiap harinya. Jumlah pengunjung setiap harinya dibatasi maksimal 700 orang, di luar porter dan guide. Pengunjung yang akan melakukan pendakian bisa melakukan pengecekan melalui sistem booking online, apakah terdapat kuota atau tidak.
Sambung Wiratno, managemen sampah melalui sistem pack in pack out, menuju zero waste (zero sampah) pendaki juga akan diterapkan. Termasuk akan dioperasikan kembali Clossed Cirkuit Television (CCTV) untuk optimalisasi monitoring pendaki, penggunaan sistem Radio Frequency Identification (RFID) untuk dapat memonitor pergerakan pendaki. “Untuk mendukung pembangunan sistem RFID ini, kita dibantu Unram,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here