Beranda Headline Melihat Sosialisasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran oleh BPBD Lombok Tengah

Melihat Sosialisasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran oleh BPBD Lombok Tengah

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SEMBURKAN API : Nampak salah satu pelajar di Yayasan Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah, Kecamatan Praya saat mencoba memadamkan api.

Siswa dan Sekolah Diajak Bisa Identifikasi Sumber Kebakaran

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah bekerjasama dengan perusahaan, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan dalam mensosialisasikan dan cara menanggulangi kebakaran.
HAFIDZUDDIN -LOTENG

LEMBAGA pendidikan di Lombok Tengah menjadi salah satu sasaran dari BPBD Loteng memberikan pemahaman agar bisa melakukan pemadaman kebakaran dengan menggunakan prinsif pemadaman api yang benar dan efisien.
Hal ini penting, sebab kebakaran bisa saja terjadi suatu waktu. Percikan api yang disepelekan bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran ini. Namun, jika hal yang tak diinginkan ini terjadi, pihak sekolah bisa melakukan pemadaman sebelum datangnya tim pemadam kebakaran.
BPBD Loteng memulainya dengan penjelasan terkait beragam media yang mudah terbakar, cara penggunaan alat pemadam api ringan (apar), hingga pemberian pemahaman terkait sikap yang mesti dilakukan saat terjadi kebakaran.
“Di tahun ini kita sudah sasar 10 lokasi sosialisasi. Dan kami harap akan terus bertambah, sehingga kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran bisa dirasakan semua elemen masyarakat,” terang Kepala BPBD Loteng, H Muhammad, kemarin.
Ia menyampaikan, kebakaran bisa mengakibatkan harta kekayaan yang bersifat materi jadi berkurang, hingga kehilangan nyawa.
ia mengakui, dalam hal ini masyarakat mesti mengerti bagaimana kebakaran bisa terjadi. Hingga bagaimana api bisa menjalar, kemudian perlu ada analisa resiko kebakaran.
“Saat ini kita masih kerjasama dengan kantor-kantor instansi pemerintahan, perusahaan, hingga sekolah,” jelasnya.
jika sosialisasi ini sudah menyebar dan bisa dipraktekkan oleh masyarakat, maka ia berharap di tengah masyarakat lahir komunitas mandiri atau desa mandiri yang tanggguh serta siaga bencana.
Di samping itu, tim dari BPBD juga kian pro aktif dalam memberikan edukasi ke masyarakat dan siap turun gunung menyapa warga.
“Personel kita di BPBD untuk PMK sebanyak 56 orang dn dari reaksi cepat 30 orang. Tim sosialisasi dan pemadam kebakaran terkaper di dalamnya,” tandasnya. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here