Beranda Headline Kantor SAR Mataram Kurang Personel

Kantor SAR Mataram Kurang Personel

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA KUNJUNGAN: Kepala Basarnas Pusat, Marsekal Muda TNI M Syaugi saat mengecek peralatan yang dimiliki kantor Basarnas Mataram, kemarin.

LOBAR —Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pusat, berencana menambah personel untuk Kantor Search and Rescue (SAR) Mataram. Mengingat cakupan wilayah penanganan Kantor SAR cukup luas, tidak sebanding dengan jumlah personel yang ada. “Medan cukup luas di pulau Lombok ini. Saya mengharapkan kantor SAR Mataram dilengkapi personel yang lebih banyak,” ujar Kepala Basarnas Pusat, Marsekal Muda TNI M Syaugi saat berkunjung ke Kantor SAR Mataram, kemarin.
Ia memastikan, hal ini menjadi evaluasi pihaknya. Terlebih saat menangani pertolongan bencana gempa yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah Lombok. Saat ini, Kantor SAR MAtaram hanya memiliki personel 102 orang. Kemudian terdapat tiga pos SAR yang tersebar di Bima, Sumbawa, dan Kayangan.
Jumlah tersebut dirasa belum ideal dengan cangkupan wilayah yang cukup luas. Setidaknya diperlukan tambahan personel dan pos SAR. “Tapi tergantung pemerintah daerah juga. Apabila memberikan lahan kepada kita untuk meletakkan peralatan dan personel untuk dijadikan pos SAR,” jelasnya.
Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Baik Gubernur maupun Bupati Lobar. Dengan penambahan personel dan pos SAR, dinilainya akan mempercepat dilakukan pertolongan. Baik pertolongan di laut, darat hingga pegunungan. “Sarana yang kita miliki memang sudah cukup baik, tapi perlu adanya peningkatan, seperti kapal,” sambungnya.
Ditanya angka idealnya personel di Kantor SAR Mataram, menurut Syaugi, dibutuhkan 200 orang lebih. Personel Basarnas juga harusnya sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Lantaran tenaga ABK dan rescue bukan tenaga biasa. “Kita sudah buka kesempatan untuk menjadi PNS sebanyak 160 orang, Rinciannya, 110 orang di bagian rescue, dan 50 ABK. Itu ditentukan KemenPAN-RB, termasuk penempatan,” jelasnya.
Ia berharap bisa kembali mendapat jatah pembukaan PNS bagi personel Basarnas. Mengingat kebutuhan personel yang cukup banyak. “Personel kita seluruh Indonesia 3400 orang. Idealnya 7 ribu dengan melihat situasi di nusantara,” ungkapnya.
Disebutnya, Kantor SAR di Indonesia tersebar di 38 provinsi. Kemudian pos SAR sebanyak 77, dan 72 pos siaga SAR. Basarnas pun tengah mengembangkan kapal khusus suplai. Kapal itu akan membantu memberi pertolongan saat ada peristiwa yang terjadi di tengah laut. Caranya dengan menyuplai kapal lainnya dalam membantu operasi SAR. “Kemampuannya dapat menampung bahan bakar 450 ton, bisa menyuplai kapal lainnya. Kemudian bisa didarati helikopter, dan alat ROV,” jelasnya.
Selain kapal, Basarnas juga akan membeli dua helikopter. Kemudian ditempatkan pada daerah yang tinggi tingkat terjadinya bencana. “Ini program kita,” cetusnya.
Pada kesempatan itu juga Kepala Basarnas Pusar, M Syaugi menyempatkan mengecek peralatan yang dimiliki Kantor SAR Mataram. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here