Beranda Headline Penjualan Mobil di NTB Meningkat

Penjualan Mobil di NTB Meningkat

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA TUNJUKKAN: Salah satu karyawan PT Cakra Mobilindo Suzuki menunjukkan mobil keluaran terbaru Suzuki.

MATARAM -Menutup bulan Juli, penjualan Mobil Suzuki Meningkat. PT Cakra Mobilindo Suzuki menorehkan prestasi penjualan kendaraan roda empat mengalami kenaikan yaitu 15-20 persen, dibandingkan dengan tahun 2017.
Branch Manajer PT Cakra Mobilindo Suzuki, M Edy Khairudin mengatakan, Suzuki berhasil mencatatkan kenaikan penjualan secara whole sales sebesar 15-20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017. Dengan catatan tersebut, Suzuki mengalami peningkatan penjualan di atas target yang sudah ditentukan per tahunnya yaitu 24 persen. “Target kita secara presentasi 24 persen, sudah tercapai bulan Juni. Jadi bulan ini (Juli) kita menjaga yang 24 persen itu,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, kenaikan penjualan lantaran perputaran ekonomi masyarakat NTB mulai meningkat. Sehingga, keinginan masyarakat terhadap kebutuhan mobil berdampak di tahun 2018.
Edy mengatakan, pada bulan Juni 2018 penjualan mobil sempat turun drastis, dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Lantaran libur panjang puasa dan Idul Fitri. Untuk penjualan setiap bulannya sebanyak 530 unit, namun bulan Juni lalu hampir 500 unit sebulan. “Semoga di semester II 2018 ini bisa lebih meningkat lagi,” harap Edy.
Untuk penjualan unit pertahun, PT Cakra Mobilindo Suzuki pasang target hingga 1600 unit dengan berbagai merek. Hebatnya, target tersebut sudah dicapai dari Januari hingga Juni. “Kalau dari semester I Januari hingga Juni, Alhamdulillah target kita tercapai. Bahkan naik 10 persen,” ungkapnya.
Sedangkan untuk target perbulan, PT Cakra Mobilindo Suzuki sebanyak 140 unit untuk tahun 2018. Target Ini meningkat dibandingkan tahun 2017 yaitu 125 unit kendaraan. “Kita harus mengikuti pasar,” ujarnya.
Ditanya strategi PT Cakra Mobilindo Suzuki meningkatkan penjualan mobil dengan banyaknya pesaing, Edy menjelaskan, sebenarnya Suzuki bisa menjual banyak tergantung dari kebutuhan masyarakat. Kedua didukung finance yang sehat, otomatis akan mensupport penjualan mobil. “Saya yakin bukan hanya mobil, tapi motor dan rumah juga begitu. Dengan adanya tekanan lising kita yang sehat, otomatis support ke penjualan akan tinggi,” ungkapnya.
Diakui, banyaknya supporting pembiayaan ikut memperkuat pihaknya bisa bertahan di tengah persaingan ketat. Seperti pembiayaan dari Pengadaian dan perbankan. “Pengadaian dan perbankan sudah mulai membantu pembiayaan ke arah kendaraan roda empat,” tutupnya. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here