Beranda Praya Metro Lindungi Balita dari Bahaya Campak dan Rubella

Lindungi Balita dari Bahaya Campak dan Rubella

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SOSIALISASI: Asisten I Setda Loteng, HL Moh Amin, Kadis Kesehatan, H Omdah, pejabat Dikes NTB saat hadir di acara sosialisasi di Grand Royal Hotel, kemarin.

PRAYA — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), melalui Dinas Kesehatan (Dikes) menggelar rapat pembahasan advokasi dan sosialisasi kampanye imunisasi campak dan rubeola di Grand Royal Hotel, kemarin.
Dalam pembahasan itu, menekan agar para orang tua melindungi balita dari bahaya penyakit campak dan rubella. Jika tidak, maka akan mengancam keselamatan si balita pada masa pertumbuhannya nanti. Seperti ancaman cacat dan kematian.
Selain itu, imunisasi campak juga dalam dilakukan serentak pada Agustus hingga September. Sasarannya imunisasi MR di sekolah, puskesmas, posyandu, dan tempat pemberian imunisasi lainnya.
“Program imunisasi campak akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Saya minta kepada orang tua yang punya balita untuk membawa anaknya untuk dilakukan imunisasi,” ujar Kepala Dikes Loteng, H Omdah, kemarin.
Omdah mengungkapkan, untuk pelaksanaan imunisasi campak itu sendiri akan dilaksanakan di seluruh Posyandu dan Puksemas. Selain itu, guna menambah pelayanan para petugas juga akan mendatangi rumah warga yang belum sempat datang ke posyandu, untuk memberikan imunisasi campak kepada anak usia 9 sampai 59 bulan.
Imunisasi campak itu, tidak dipungut biaya, karena ini program pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat. Tujuan pemberian Imunisasi campak, agar bisa menjaga kekebalan tubuh anak terhadap penyakit campak yang bisa membahayakan tubuh anak. Hal ini sesuai dasar hukum Undang-Undang kesehatan Nomor 36 tahun 2009 tentang anak yang ada di Indonesia berhak mendapatkan imunisasi.
“Untuk itu, tidak boleh melalaikan program itu,” kata dia.
Untuk jumlah balita yang akan diberikan imunisasi campak. Omdah mengaku jumlah sangat banyak. Pihaknya masih melaksanakan pendataan oleh semua Kades di masing –masing wilayah. Tapi meski jumlah banyak mereka harus tetap mendapatkan layan imunisasi ini agar mereka menjadi anak yang tidak mudah diserang oleh penyakit.
“Kalau anak sudah diberikan imunisasi, saya yakin daya tubuhnya akan kuat dan tidak mudah diserang peyakit,” yakin dia.

Sementara itu, Asisten I Setda Loteng, HL Moh Amin menambahkan, tujuan diselenggarakanya imunisasi yakni menurunkan kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Karena memang penyakit PD3I yakni Polio, Campak, Hepatisis B, Tetanus, Pertusis, Difteri, Rubella, Penomiumania dan Meningits harus perlu diantisipasi jauh sebelum terjadi.

“Salah satu tujuan dari imunisasi juga yakni pencapaian target eliminasi global dan regional untuk mencapai eliminasi pada minimal 5 regional tahun 2020,” tegasnya.
Selama ini, rekomendasi WHO untuk eliminasi rubella setidaknya ada dua cara yakni, kampanye imunisasi rubella dengan target usia sesuai gambaran epidemologi rubella untuk memberikan kekebalan pada kelompok rentan sehingga menutup Immunitty gap pada WUS.
“Jadi secara simultan dilakukan introduksi rubella ke dalam imunisasi rutin dengan mengganti semua vaksin campak monovalent menjadi vaksin kombinasi campak rubella,” jelasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here