Beranda Headline Kerugian Negara di Beraim Setengah Miliar

Kerugian Negara di Beraim Setengah Miliar

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA AKP Rafles P Girsang

PRAYA — Hasil audit dilakukan badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan NTB terhadap pengelolaan ADD bahkan DD di Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah sudah keluar. Kerugian negara yang sementara diterima pihak Polres Loteng sebesar Rp 500 juga atau setengah miliar.
Hasil ini diterima polres beberapa waktu lalu, namun secara resminya polres belum menerima dari BPK. Data ini diperoleh hasil komunikasi secara lisan.
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang mengatakan, sekarang hasil audit secara resmi masih ditunggu polres.
“Resminya belum, tapi dari hasil komunikasi sekitar Rp 500 juta kerugian negara,” ungkap Rafles, kemarin.
Rafles mengaku, dari awal hasil pemeriksaan penyidik sendiri adanya indikasi penyimpangan di Desa Beraim. Selain itu, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) oleh Inspektorat ditemukan adanya kerugian negara yang mencapai sekitar Rp 300 juta. Namun temuan itu belum lengkap jika BPK yang mempunyai wewenang belum turun melakukan audit.
“Kita kebut tapi tetap sesuai dengan koridor. Tunggu saja kalau ada perkembangan pasti kami kabari,” janjinya.
Rafles menambahkan, selama ini koordinasi tidak hanya dilakukan dengan BPK, akan tetapi penyidik juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR). Hal itu dilakukan karena kuat dugaan jika pembangunan di Desa Beraim itu juga menggunakan dana aspirasi dari DPRD yang juga diklaim hasil pembangunan sumber ADD dan DD.
“Kita temukan adanya laporan fiktif dalam setiap proyek,” tambahnya.
Diperkirakan jika pada tahun 2016 lalu, sekitar delapan paket pekerjaan di Desa Beraim sumber dananya dari aspirasi Dewan. Rata- rata, jumlah anggaran dari dana Rp 80 sampai 90 juta persatu paket pekerjaan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here