Beranda Headline Jokowi-TGB Makin Lengket

Jokowi-TGB Makin Lengket

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SERING KE NTB: Presiden RI, Joko Widodo bersama Gubernur M Zainul Majdi saat mengunjungi pengungsian korban gempa bumi, Senin lalu.

MATARAM – Presiden RI, Joko Widodo dan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi terlihat makin lengket. Banyak spekulasi pihak yang bermunculan dan menandakan ini, sinyal untuk Pilpres 2019.
Dari kunjungan Jokowi ke NTB yakni, ke bersilaturahmi dengan seluruh civitas akademika Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Senin (30/07), menyerahkan sertifikat tanah di Sumbawa, mengunjungi pengungsian korban gempa di Lotim, Jokowi dan tuan guru bajang (TGB) nyaris tidak pernah berpisah. Demikian juga gubernur terpilih Zulkifleimansyah ikut hadir.

“Ini pertanda Jokowi-TGB untuk Pilpres. Jangan remehkan TGB biar tidak ada partai Insya Allah akan dampingi Jokowi,” kata Zaitun warga net dalam postingan statusnya di fb, kemarin.

Dari postingan Zaitun ini, beragam komentar bermunculan. Ada juga yang tidak setuju dengan paket ini untuk Pilpres.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Sumbawa memuji kiprah UTS di kancah pendidikan nasional. Dengan pembelajaran yang berbasis teknologi, UTS menurut Jokowi sangat luar biasa karena pendidikannya senantiasa mengikuti perkembangan zaman.

Selain itu, Jokowi kagum dengan UTS karena mahasiswanya tidak hanya berasal dari NTB. Namun juga dari daerah lain, di seluruh Indonesia.
Karena itu, Presiden Jokowi berharap UTS tidak berhenti menggali teknologi demi kemajuan bangsa. Bahkan katanya, teknologi yang belum ada di negeri ini dapat dilahirkan oleh para mahasiswa UTS.

Di samping itu, Gubernur NTB terpilih, Zulkieflimansyah melaporkan kepada presiden bahwa pembangunan UTS itu penuh dengan perjuangan. Sejak peletakan batu pertama oleh Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB), pihaknya terus bekerja keras untuk membangun UTS tersebut.

Zul menjelaskan bahwa niatnya membangun universitas tersebut agar para mahasiswa di Indonesia bagian tengah dapat bersaing yang ada di pulau Jawa. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan itu tidak mengenal tempat. Namun yang dilihat adalah mutu pendidikan yang dikembangkan di dalamnya. Melalui pendidikan di UTS lanjutnya, masyarakat dapat merubah mereka bahwa kualitas pendidikan harus menjadi alasan utama ketika memilih perguruan tinggi.

Di hadapan presiden, Zul mengungkapkan kesyukuran bahwa peminat UTS itu luar biasa. Bahkan tidak hanya Sumbawa tapi seluruh Indonesia. Harapannya para mahasiswa tersebut dapat menjadi agen perubahan peradaban. Ia juga menyampaikan terima kasih dan syukur kepada presiden yang telah datang secara langsung ke UTS. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here