Beranda Praya Metro Inspektur Sebut Retribusi Parkir Rendah

Inspektur Sebut Retribusi Parkir Rendah

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA Lalu Aswatara

PRAYA — Inspektur Inspektorat Lombok Tengah (Loteng), L Aswatara menyebutkan retribusi parkir masih rendah. Hal ini disebabkan mengingat belum maksimal dikelola dinas terkait. Selain itu juga, pemerintah dinilai tidak berani berinvestasi dengan maksimal di kantong- kantong parkir. Sehingga, pendapatan asli daerah (PAD) belum menunjukkan peningkatan.
Aswatara menegaskan, pola pengelolaan parkir yang sebenarnya juga masih banyak keliru membuat PAD sampai saat ini masih tidak teratur.
“Banyak hal yang belum kita pahami memang,” terangnya pada wartawan, kemarin.
Misalnya kata dia, parkir di luar kawasan sekolah, saat ini masih banyak dikelola oleh perorangan atau warga sekitar. Padahal jika Pemkab bisa mengelola peluang itu dengan baik, maka akan bisa mendongkrak PAD.
“Kita masih tidak berani menyiapkan lahan parkir. Padahal kalau itu memang dilakukan maka pendapatan pasti ada dan jelas,” kata dia.
Begitu juga dengan sistem yang digunakan banyak menggunakan sistem manual, sebagai salah satu penyebab juga kurangnya pemasukan untuk daerah. Kalau saja semua kantong parkir menggunakan sistem elektronik, maka besar kemungkinan pendapatan akan lebih besar lagi.
“Seperti yang ada di RSUD Praya misalnya menggunakan alat dengan sistem kontrol. Sehingga setiap pengunjung yang masuk bisa langsung dicatat,” tegasnya.
Ia mengakui, untuk memaksimalkan pendapatan dari retribusi parkir maka daerah harus berani berinvestasi di setiap lahan parkir. Namun permasalahan saat ini, terkadang ketakutan nantinya jika menggunakan sistem di lokasi parkir yang belum dikaji, maka ditakutkan masyarakat juga jarang ingin memarkirkan kendaraanya di lokasi tersebut.
“Permasalahan lainya misalnya lokasi parkir yang belum ada, karena memang kalau kita mau berinvestasi maka dana harus banyak. Misalkan kalau ingin merobohkan rumah orang untuk kita jadikan lahan parkir. Maka itu sangat membutuhkan dana yang begitu besar bahkan hingga ratusan juta,” ujarnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here