Beranda Headline Pendaki Meninggal Asal Makasar Belum Dievakuasi

Pendaki Meninggal Asal Makasar Belum Dievakuasi

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I/RADAR MANDALIKA EVAKUASI : Salah satu pendaki yang dievakuasi mengunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis, kemarin.

Enam Orang Terjebak di Danau Segara Anak

LOTIM – Evakuasi korban gempa yang terjebak di Gunung Rinjani, masih terus berlangsung. Evakuasi dilakukan tim Badan SAR Nasional (Basarnas), relawan, dan lainnya. Pendaki yang merupakan Warga Negara Asing (WNA), maupun pendaki lokal dan porter mulai turun menuju Bawak Nao, setelah sempat terjebak di Batu Ceper Rinjani. Sementara satu pendaki meninggal asal Makasar, masih dalam tenda antara Danau Segara Anak dan Batu Ceper.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) NTB, Sudiyono, di kantor TNGR Resort Sembalun, kemarin mengatakan, sebanyak 560 orang lebih pendaki masih berada di Sembalun. Namun tim evakuasi sudah berpapasan dengan sekitar 100 orang lebih, berada di posisi Pelawangan, menuju Bawaq Nao. “Dari data kami, ada 135 orang pendaki WNA, asal Jepang, Tailand, Amerika, Inggris dan beberapa negara lainnya. Paling banyak pendaki asal Thailand. Selebihnya merupakan pendaki lokal,” terangnya.
Tim evakuasi melakukan penyisiran ke sejumlah titik. Karena informasi diterima tim, masih ada wisatawan terjebak di lokasi pemandian air panas sekitar enam orang pendaki lokal bersama porter, dan perlu dicek keberadaannya. Termasuk, melakukan pengecekan sejumlah tempat lain.
“Kendala utama kita di lapangan, karena jalur evakuasi rusak. Memang seluruh pintu pendakian rawan longsor. Semua kita evakuasi melalui Sembalun,” tandas Sudiyono.
Kaitan dengan lama waktu penutupan pendakian, menyesuaikan kondisi yang ada. Di samping harus dilakukan perbaikan jalan tracking secara manual, tidak bisa menggunakan alat berat. Namun demikian, pihaknya mengaku tetap akan berupaya maksimal sesuai kemampuan, melakukan perbaikan jalur pendakian tersebut. “Untuk korban meninggal asal Makasar, masih belum dievakuasi. Jenazah masih dalam tenda antara Danau Segara Anak dan Batu Ceper,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangile mengatakan, dari informasi awal sebanyak 836 pendaki masih berada di Rinjani. Sebanyak 500 orang telah berhasil keluar dan menemukan jalan. Sisanya, masih dalam proses evakuasi.
Evakuasi sendiri menggunakan dua cara yakni melalui darat dan helikopter. Terdapat tiga helikopter yang dioperasikan, yakni helikopter Polda Bali untuk evakuasi dan dukungan logistik. Dua helikopter lainnya, dari BNPB. Tiga helikopter ini akan dioperasikan maksimal untuk evakuasi pendaki. “Untuk korban meninggal asal Malaysia, hari ini (kemarin, red) jenazahnya diterbangkan ke Malaysia,” katanya.
Di tempat berbeda, salah satu pendaki asal Cirebon Jawa Barat, Ahmad Rifa’i yang berhasil selamat menuturkan, ia bersama teman lainnya yang berasal dari Cirebon dan Surabaya awalnya pulang melalui jalur Senaru. Begitu di perjalanan pulang, terjadi gempa dan jalur Senaru longsor. Sehingga, cepat mengamankan diri bersama teman-teman lainnya.
Upaya penyelamatan diri juga dilakukan oleh pendaki lainnya. Untuk bertahan hidup, makanan dan minuman yang ditinggal para pendaki lain, menjadi rebutan dengan pendaki lainnya. Bahkan, saat berhasil keluar dari Batu Ceper, tenda dan sejumlah barang bawaan yang dianggap berat terpaksa ditinggalnya. Sebab, tenaga sudah terkuras, menjadi alasan meninggalkan tenda dan barang bawaan lainnya.
“Alhamdulillah bisa selamat. Gempa saat saya mendaki, merupakan kejadian kedua kalinya saya alami. Sebelumnya pernah saya alami saat mendaki salah satu gunung di Pulau Jawa,” tuturnya.
Pantauan Radar Mandalika, di pos satu Bawaq Nau disiagakan petugas medis, untuk memberikan perawatan medis terhadap para pendaki. Puluhan ambulans juga dioperasikan, untuk mengangkut para pendaki tersebut. Jumlah pendaki lokal sebanyak 205 orang dan asing. Dari 181 WNA, 169 adalah warga negara Thailand, yang sudah berhasil dievakuasi sampai sore kemarin, mencapai 230 pendaki lebih. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here