Beranda Mataram NTB Kekurangan Direct Flight

NTB Kekurangan Direct Flight

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA Fauzan Zakaria

MATARAM- Sebagai destinasi wisata halal, market middle east (Timur Tengah) menjadi bidikan yang sangat potensial. Alasannya, mayoritas penduduk middle east sangat cocok akan konsep ini. Namun sayangnya, jumlah wisatawan yang datang ke NTB masih sedikit. Hal ini diduga akibat tidak adanya direct flight menuju Lombok International Airport (LIA) dari negara-negara middle east.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Fauzan Zakaria mengatakan perlunya penguatan pada pasar middle east. Hal ini dikarenakan masyarakatnya merupakan mayoritas muslim. Itu menjadi potensial market untuk pengembangan wisata halal. “Timur Tengah itu sangat mewakili wisata halal itu sendiri,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, middle east memiliki potensi pasar dengan budget belanja sekitar USD 200 juta. Potensi ini yang harus bisa direbut oleh NTB. Hal ini dapat tercapai dengan adanya infrastruktur yang mendukung. Salah satunya adalah direct flight atau penerbangan langsung menuju LIA. Sayangnya hal tersebut belum ada di NTB. “Selama ini mereka terbang ke Singapura dulu, di sana pun pariwisatanya juga menantang mereka sehingga mereka tidak melanjutkan ke NTB,” jelasnya.
Berkaca pada Inggris dan Rusia, negara itu justru lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan middle east. Hal ini dikarenakan segi kesiapan destinasi lebih matang dibandingkan NTB. Mulai dari keamanan hingga kenyamanan bagi wisatawan. NTB tidak hanya perlu melakukan promosi yang intensif, namun juga penataan pada destinasi itu sendiri. “Kalau ingin banyak kunjungan maka infrastruktur kita perbaiki dan kita tambah,” sarannya.
Seperti kesiapan bandara harus memiliki kelayakan untuk disinggahi pesawat-pesawat berbadan besar dari middle east. Jika itu sudah tersedia, ia yakin akan banyak direct flight ke LIA. Hal ini tentu akan berpengaruh pada jumlah wisatawan yang datang ke NTB. “Kalau kita lihat mereka yang berangkat dari Jeddah ke Jakarta itu sangat ramai, namun sesampainya di Jakarta mereka tidak melanjutkan dan berpencar,” ungkap Fauzan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Muhamad Faozal meminta agar stakeholder terkait melakukan maintenance terhadap flight yang ada di NTB. Stakeholder terkait perlu melakukan penguatan hubungan dengan penerbangan, selain Garuda.
Jika BPPD NTB tidak membantu memperkuat pasar airlines tersebut, tidak menutup kemungkinan ada penutupan. Seperti kasus Lion Air yang membuka penerbangan ke Solo. Meskipun tidak hanya di Lombok, namun ini akan berpengaruh pada market di NTB. (cr-can/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here