Beranda Headline Bendahara Tim Konsolidasi Beberkan Arah Uang

Bendahara Tim Konsolidasi Beberkan Arah Uang

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA SIDANG KORUPSI: Bendahara tim konsolidasi BPR, Dende Sucihartiani saat memberikan kesaksian, kemarin.

MATARAM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus korupsi merger bank PD BPR NTB menjadi PT BPR NTB menghadirkan saksi tujuh orang saksi. Termasuk ada mantan Karo Perekonomian Setda NTB Manggaukang Raba, bendahara tim konsolidasi dan lainnya. Yang pertama memberkan kesaksian yakni, bendahara dan membeberkan arah uang keluar di setiap pertemuan dan lainnya.

Bendahara tim konsolidasi Denda Sucihartiani dalam kesaksiannya menyampaikan, pengeluaraan uang dari kas tim konsolidasi. Secara umum pengeluaran uang yang merupakan kontribusi masing-masing PD BPR di NTB dikelurkan atas hasil persetujuan dari atasan sesuai SK yaitu ketua tim, Ikhwan yang dikonfrimasi melalui sekretaris tim, H Husni selaku Dirut Utama PD BPR Lobar.

Anehnya bendahara tidak mengetahui tugas pokok dan fungsi dirinya dalam SK tersebut. Menurit Dende dia hanya bertugas sebagai pihak penerima dan pengeluaran uang kontribusi yang masuk dalam kas rekening atas nama Tim konsolidasi BPR NTB Cq, Dende/rohati (wakil bendahara).

Dende juga mengaku, uang yang masuk bersumber dari kontribusi delapan PD BPR NTB sehinga berjumlah Rp 1.195.464.308. Sementara yang sudah terpakai atau yang dikeluarkan berjumlah Rp 1.092.787.541.

Dende membeberkan, setiap uang yang mau dikeluarkan disebut dalam surat untuk kepentingan pengurusan perubahan dan badan hukum PD BPR menjadi PT BPR NTB. Dari sekian rincian keuanhan itu disebutnya untuk biaya RUPS Luar biasa yang dihadiri kuasa pemegang saham masing-masing PD BPR kabupateb/kota di Lombok Plaza tanggal 2 Februari 2016 dimana biaya dikeluarkan untuk konsumsi Rp 3,486,900 dan uang saku sebsar 3,1 juta sekian. Berikutnya rapat tanggal 15 Februari berlangsung di ruang rapat Biro Ekonomi yang dihadiri seluruh tim untuk membahas agenda tim. Dalam rapat tersebut yang mengundang ketua dan sekretaris tim konsolidasi. Biaya rapatnya untuk konsumsi Rp 1.044.250 dan honor Rp 2.800,000 atau total Rp 3.844.250.

Rapat lagi ditanggal 19-20 Februari 2016 di Hotel Jayakarta dihadiri anggota tim dan didampingi OJK total biaya Rp 64.600.000.
“Hasil rapat di Jayakrta sosialisasi dari OJK pembahasan tentang rancangan konsolidasi,” kata Dende, kemarin.

Selanjutnya alokasi pertemuan tim legal sebesar Rp 1.239.800 di tempat ketua tim legal saat itu, biaya konsumsi rapat di biro ekonomi juga menghabiskan total Rp Rp 475.000, biaya rapat tim legal 126 ribu, dan biaya pembahasan IT Rp 1.470.000, 10 dan lainnya sehingga totalnya Rp. 130.807. 325.

Dende juga mengakui adanya anggaran pendampingan komisi III DPRD NTB ke Surabaya, Aceh dan Jakarta namun ke Jakarta yang berangkat hanya dua orang Karo Ekonomi dan sekretaris tim.

Dende mengaku tidak mengetahui kenapa kunker ke tiga daerah tersebut. Namun dia mengetahui ada surat dari biro ekonomi Manggukang Raba,

“Perihal pendampingan komisi III DPRD NTB dalam rangka kunker komisi III ke PT Bank BPR UMKM Jawa Timur dari tgl 25-27 Februrari,” ujar Dende.

“Tanggal 25 Februari saat itu saya diminta pak Husni menyiapkan uang 100 juta, katanya untuk kunker ke Jatim. Dokumen pengambilan uang itu lima orang ketua tim , Ikhwan, Wam ketua, Mutawalli, Sekretaria Husni, Pak Abduh dan Lalu Samsudin,” tambah Dende.

Untuk tujuan Kunker ke Aceh menghabisikan biaya Rp. 107.300.000 dan ke Jakarta menuju PT Taskia membawa uang, 12 juta tapi yang digunakan hanya 10 juta sekian.
“Diminta uangnya sama H Hunsi disetujui oleh ketua tim konsolidasi,” beber dia.

Lainnya pengeluaran uang kas yaitu untuk pelatihan Syariah di Lombok Plaza 27-29 Mei 2016 dengan pesertanya 70 orang. Biaya yang dihabiskan mencapai Rp 167.761.550. Ada juga untuk Pelatihan IT, dihabiskan 208,700.000 serta ATK mencapai puluhan juta.

Hal penting lainnya yang disampakan Dende ada 100 juta uang yang diambil Mutawalli dan H Husni masing masing 50 juta namun untuk H Husni mengembalikan sisanya 12 juta. Dende juga tidak mengetahui alasan pasti penggunaan uang itu, namun secara umum diakuinya untuk pengurusan merger BPR.

Diakhir siding, Dende menyampaikan pada tanggal 14 terjadi rapat yang salah satu hasil rapatnya serah terima dokumen sisa keuangan tim konsolidasi yang langsung disrehkan Dende di tanggal 15 November itu dengan dasar akan ada pembukuan tim secara umum.
Dende juga menyampaikan dibelakang hari ada rekening selain kas yaitu tambahan kontribusi ke Kas tim, namun menunu rekening pribadi Mutawalli sebesar 30 juta.

Sementara itu, JPU Hadaeman mengatakan dalam sidang tersebut hanya menghadirkan dua saksi, bendahara tim dan Manggaukang Raba. Saksi saksi berikutnya belum dijadwalkan secara pasti oleh JPU. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here