Beranda Headline 1.454 Rumah Rusak Parah di Lombok

1.454 Rumah Rusak Parah di Lombok

BERBAGI
ROHADI/RADAR MANDALIKA RUSAK: Salah seorang pemilik rumah menunjukkan rumahnya yang rata dengan tanah pasca gempa mengguncang, kemarin.

MATARAM – Data terakhir korban gempa bumi yang meninggal dunia masih 15 orang. Dari gempa tersebut, yang paling parah terkena dampak adalah wilayah Lombok Timur dan Utara.
Dari 15 korban tersebut, 11 orang di Lombok Timur, dan 4 di Lombok Utara. Selain korban tewas, ada 355 jiwa luka-luka, dan 5.141 orang yang mengungsi.
Akibat gempa di Lombok, seorang meninggal di Gunung Rinjani merupakan mahasiswa Makassar bernama Muhammad Ainul Taksim, 26 tahun. Hingga saat ini diketahui korban tewas akibat tertimpa batu longsoran.
Bangunan yang paling berdampak parah akibat gempa di Lombok adalah rumah-rumah roboh. Menurut Kepala Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho banyak rumah yang belum dibangun dengan standar tahan gempa.
“Ada 1.454 rumah yang rusak parah hingga roboh, namun fasilitas publik tidak terlalu berdampak. Hal ini karena, banyak rumah-rumah yang belum dibangun dengan konstruksi tahan gempa,” kata Sutopo pada Senin, (30/7).
Selain itu, hingga Senin (30/7) pagi masih terjadi gempa susulan dengan total dari kejadian adalah 276 gempa susulan. Oleh karena itu, menurut Sutopo, masih banyak yang mengungsi karena belum berani masuk rumah akibat gempa di Lombok.
Gempa di Lombok terjadi pada Minggu, (29/7), berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman 10 km sehingga guncangan terasa keras dan terjadi sekitar 10 detik.
Namun gempa kemarin tidak memicu adanya aktivasi Tsunami. Sebab Tsunami akan diaktivasi ketika gempa diatas 7 SR dan kedalaman kurang dari 20 km dan berada di laut. (iml/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here