Beranda Lombok Timur Ketika Pulau Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR (1)

Ketika Pulau Lombok Diguncang Gempa 6,4 SR (1)

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA BANTUAN: Tampak bantuan dari berbagai pihak yang sudah mulai tersalurkan, terutama terhadap korban yang ada di Desa Obel-Obel Kecamatan Sambelia, kemarin.

Warga Berhamburan Panik, Bantuan Mulai Mengalir

Gempa melanda Pulau Lombok, menimbulkan dampak cukup parah. Lokasi yang terkena dampak cukup parah, adalah di Kecamatan Sembalun dan Sambelia. Warga pun dibuat trauma.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

Ahad malam banyak menjadi perbincangan lantaran terjadi gerhana bulan. Bahkan, gerhana bulan ini tergolong terlama hingga 1 jam lebih. Kendati banyak perbincangan gerhana bulan, namun di Lotim khususnya, masyarakat terpusat di medan Hari Ulang Tahun (Hultah) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) ke 83 di Pancor Lombok Timur.
Suasana pada malam itu tampak tidak ada yang terlihat ganjil. Masyarakat yang berada di kota santri seperti biasa melakukan aktivitasnya masing-masing. Tidak ada yang menduga akan timbul malapetaka yang merenggut korban jiwa. Baik dari kalangan orang tua, remaja, hingga anak-anak. Bahkan, meluluh lantahkan tidak saja rumah warga. Tetapi juga tempat ibadah, fasilitas umum dan sebagainya.
Benar-benar malam itu, tidak ada yang menduga kalau Pulau Lombok akan dilanda gempa berkekuatan 6,4 Skala Riter (SR). Meski tidak berpotensi tsunami, namun tetap merenggut nyawa dan membuat puluhan warga mengalami luka-luka.
Titik gempa yang tidak jauh dari Pulau Lombok, memungkinkan menjadi penyebab kerusakan hingga merenggut nyawa. Bahkan, sepanjang terjadinya gempa dan berimbas ke Pulau Seribu Masjid ini, tak pernah sampai separah ini. Malah masyarakat berpikir, gempa hanya numpang lewat saja.
Namun pagi kemarin, suasana berubah dan situasi menjadi tidak menentu. Tak disangka Lombok Timur (Lotim) dihebohkan dengan terjadinya gempa, sekitar pukul 06.10 Wita. Akibat gempa ini, masyarakat se Pulau Lombok menjadi panik. Saat terjadi gempa yang begitu dahsyat, masyarakat berlarian keluar rumah. Ada yang lari dengan membawa bantal, dan lainnya. Dalam pikiran mereka, bagaimana menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing.
Malah di lokasi penampungan, karena jumlah gempa susulan tidak satu dua kali melainkan puluhan kali. Membuat masyarakat utamanya di Kecamatan Sembalun dan Sambelia, menjadi panik. Setiap terjadi gempa susulan, mereka berhamburan. Sehingga untuk mencari aman, banyak diantaranya membuat tenda sendiri di tengah sawah. Adapula, yang tinggal di posko yang sudah disiapkan pemerintah desa maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim.
Semua instansi pemerintah dan pihak terkait lainnya, turun tangan membantu masyarakat yang terkena dampak gempa. Bahkan, menyedot perhatian pemerintah tingkat pusat. Memang gempa menggoyang Pulau Lombok, namun dampak paling parah terjadi di Kecamatan Sembalun, Sambelia dan Bayan Lombok Utara.
Kemarin, bantuan logistik sudah mulai mengalir ke lokasi penampungan masyarakat yang menjadi korban gempa. Tidak saja bantuan logistik, bantuan medis juga mengalir. Bahkan, alumni kedokteran Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar yang sedang reuni di salah satu hotel di Sembalun, ikut turun tangan membantu masyarakat yang mengalami luka serius maupun luka ringan. “Alhamdulillah, bantuan logistik mulai berdatangan, untuk dibagikan pada masyarakat terkena dampak,” kata Dedi, warga Desa Sembalun. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here