Beranda Headline Bendahara Desa Langko jadi Tersangka

Bendahara Desa Langko jadi Tersangka

BERBAGI
ILUSTRASI

PRAYA — Polres Lombok Tengah (Loteng) hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi ADD dan DD Desa Langko, Kecamatan Janapria menetapkan Bendahara Desa Langko jadi tersangka. Unit Tipikor Satreskrim sesuai jadwal hari ini, akan memeriksa Bendahara Desa Langko.
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang, Sabtu (28/07) lalu menegaskan, pihaknya secara resmi sudah melakukan gelar perkara dua hari yang lalu. Hasilnya, sepakat untuk menetapkan Bendahara Desa Langko menjadi tersangka.
“Kalau penahanan nanti tergantung hasil pemeriksaan. Tapi bisa saja akan langsung ditahan,” katanya.
Refleks mengaku, sebenarnya kasus ini harusnya sudah selesai sebelum Pilgub. Tapi memang kendalanya karena memang banyak kegiatan serta pengamanan yang harus terlebih dahulu diutamakan. Dari itu, belum bisa dituntaskan.
Dari bukti-bukti, penyidik sudah mengumpulkan bukti keterlibatan bendahara.
“Toh juga kerugaian negaranya sudah jelas maupun keterlibatnya. Tinggal kita melakukan penahanan kemudian melengkapi berkas dan langsung melimpahkan ke kejaksaan,” bebernya.
Rafles mengungkapkan, sebenarnya kasus ini berdasarkan pengembangan dari mantan Kades. Bendahara desa ini, terbukti melakukan pembuatan laporan fiktif ADD bahkan DD tahun 2016.
Minsalnya, banyak ditemukan kekurangan volume pengerjaan, termasuk ketidaksesuaian material yang digunakan dengan rencana yang telah disusun. Sehingga, dari hasil hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuanganan (BPK) RI perwakilan NTB, menemukan kerugian negara Rp 249 juta.
Disinggung apakah kasus akan dikembangkan lagi? Rafles mengaku tergantung nanti kalau memang ada bukti baru.
“Kemungkinan tidak ada. Cukup dengan bendahara ini saja yang memang terbukti,” tuturnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi bendahara setempat. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here