Beranda Headline Taman Loang Baloq Tak Terurus

Taman Loang Baloq Tak Terurus

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA TAK TERURUS: Kondisi infrastruktur di Taman Loang Baloq yang sudah tak rusak, belum juga mendapat pembenahan.

MATARAM —Taman Loang Baloq nyaris tak pernah tersentuh pembenahan. Meski berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata Kota Mataram, kondisi taman seakan terbengkalai. Fasilitas yang ada di dalam taman banyak rusak, belum lagi penampilan taman sangat tidak sedap dipandang mata.
Kemarin saat bergotong royong di Taman Loang Baloq, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyatakan, tahun ini Loang Baloq akan mendapat suntikan dana hingga Rp 1,8 miliar. Bukan dari kantong Pemkot Mataram, melainkan dari pusat melalui Dinas Pariwisata NTB. “Infrastruktur dan sarana prasana pendukung akan diperbaiki untuk membuatnya menjadi ruang terbuka public yang nyaman,” kata Mohan.
Menurutnya, antara pemkot dan Dispar NTB akan bekerja bersama untuk menyulap Taman Loang Baloq menjadi ruang publik yang lebih representative. Termasuk menata para pedagang yang ada di sekitar Loang Baloq, agar tidak lagi berjualan di atas trotoar. “PKL akan dilokalisir agar lebih baik. Sementara belum ditata, PKL menjadi tanggungjawab camat,” tegasnya.
Sementara Camat Sekarbela, Cahya Samudra mengakui jika Loang Baloq seperti tidak terurus. Meski ada tim pengelola dari Dispar Kota Mataram, namun belum maksimal bekerjanya. “Kalau dari kecamatan sekarang, ya mengelola dulu kebersihannya, menata pedagang sambil nunggu dana revitalisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, perlu juga dibenahi manajemen dalam pengelolaan Taman Loang Baloq. Secara struktur pengelola sudah ada di bawah Dispar, namun belum jelas pembagian tugasnya. “Siapa tanggungjawabnya apa, belum jelas,” imbuhnya.
Mengenai nasib para pedagang, dibenarkan Cahya, sampai sekarang belum dipindah. Dalam konsep revitalisasi dengan anggaran Rp 1,8 miliar itu, disebutnya hanya untuk melengkapi sarana prasarana, lampu, dan parkir.
Terhadap para pedagang, sudah dibuatkan perjanjian. Boleh berjualan asal tidak di atas trotoar. Meski sampai sekarang, pedagang masih kucing-kucingan dengan pihak kecamatan. “Ada rencana kita akan turun dengan Pol PP segera untuk menertibkan pedagang,” katanya.
Jumlah pedagang tersebut, sekitar 70 pedagang khusus berjualan ikan. Kepada semua pedagang sudah diberikan imbauan agar tidak menaruh barang dagangan di atas trotoar, kemudian tidak membuat buat sekat di lapaknya. “Tidak boleh ada tiang-tiang di atas trotoar. Kita akan tertibkan,” tandasnya seraya mengatakan, tak akan mentolerir pedagang yang melanggar perjanjian itu.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala Lingkungan Sembalun, Maarif menyebut, terdapat puluhan warganya yang berjualan di sekitar Taman Loang Baloq. Kalaupun dibuatkan perjanjian tidak berjualan di trotoar, ia yakni warganya tidak keberatan. “Mereka menerima, dan terima kasih sudah dikasih waktu jualan. Apapun imbauan akan diikuti,” ujarnya. “Mereka punya komitmen, kalau melanggar silakan diangkut,” pungkas pria berkumis ini. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here