Beranda Praya Metro Status Mantan Kades Lekor Masih Dikaji

Status Mantan Kades Lekor Masih Dikaji

BERBAGI

PRAYA —Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Tengah masih mengkaji pengaktifan kembali mantan Kades Lekor, Anwar Haris. Sebab yang bersangkutan masih dalam masa hukuman bebas bersyarat.
“Memang sudah bebas, tapi bebas bersyarat bukan bebas murni,” ungkap Kepala DPMD Loteng, Jalaludin kepada Radar Mandalika, kemarin.
Jadi secara hukum, sang kades masih memiliki kewajiban wajib lapor sesuai dengan putusan penegak hukum. Oleh karena itu, sejauh ini pihaknya belum bisa menindaklanjuti sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu juga, sejauh ini dirinya belum mengetahui pasti sampai kapan yang bersangkutan menerima hukuman bebas bersyarat. Karena sampai saat ini putusan asli bebas bersyarat itu belum pihaknya terima. Diketahui memang beberapa waktu lalu beber Jalal, sejumlah anggota BPD sudah datang dan memberitahukan pihaknya perihal putusan bersyarat tersebut. mereka berharap agar Pemkab segera menindaklanjutinya dengan pengaktifan kembali Anwar Haris selaku Kades Lekor. Akan tetapi, pihaknya belum bisa lakukan permintaan tersebut. Itupun, putusan yang diperlihatkan ke dirinya bukan aslinya melainkan foto copy dari putusan itu. Artinya, secara legal formal DPMD belum menerimanya.
“Tapi yang jelas dirinya belum bisa mengambil sikap yang arahnya mengaktifkan kembali yang bersangkutan,” katanya.
Oleh karena itu tambah mantan Sekretaris DPMD Loteng ini, ia berharap warga bersabar menunggu putusan bebas murni dari penegak hukum. Karena menurutnya, putusan itu yang akan menjadi salah satu landasan kajian pengaktifan kembali Anwar Haris menjadi Kades Lekor.
“Tapi saya sendiri belum tahu kapan putusan bebas murninya keluar,” pungkasnya.
Seperti diketahui, mantan Kades Lekor, Anwar Haris sebelumnya menerima kurungan penjara selama 2 tahun oleh Pengadilan Tipikor Mataram pada 2016 silam. Yang bersangkutan terbukti korupsi ADD tahun 2013-2014 dan penggelapan raskin hingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 100 juta lebih. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here