Beranda Praya Metro Kementerian PUPR Akan Turun

Kementerian PUPR Akan Turun

BERBAGI

PRAYA — Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah (Loteng), L Firman Wijaya memastikan dalam waktu dekat pihak Kementerian PUPR akan turun ke Desa Sade, Kecamatan Pujut untuk meninjau lokasi pembangunan 40 unit rumah khusus. Bahkan Firman memastikan pembangunan akan dilakukan tahun ini.

Firman menegaskan, kedatangan pihak kementerian juga dalam rangka untuk melaksanakan Rapat Pelaksana Kegiatan Kontrak atau Pre Construction Meeting (PCM). Hal itu berdasarkan peraturan kepala LKPP Nomor 14 tahun 2012. Dimana nantinya kesepakatan rapat tersebut menjadi alat pengendalian kegiatan bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
“Jadi kementerian langsung yang meninjau ke lapangan,” kata Firman, kemarin.
Dia mengaku bahwa pembangunan rumah khusus, adalah salah satu program perumahan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Hal itu menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat bagi yang memang membutuhkan.
“Kalau masalah anggaran urusan pusat yang jelas pembangunan menurut informasi akan dilaksanakan pada tahun ini,” bebernya.
Firman menjelaskan, sebenarnya rumah khusus merupakan salah satu program pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Khusus Direktorat Penyediaan Perumahan untuk memenuhi kebutuhan khusus seperti untuk perumahan transmigrasi, pemukiman kembali korban bencana, rumah social untuk menampung orang lansia, masyarakat miskin, yatim piatu dan anak terlantar.
“Tapi nanti rumah yang 40 unit ini, untuk masyarakat yang bertempat di Sade,” jelasnya.
Untuk lokasi pembangunan rumah itu akan di lahan dekat markas Brimob. Kenapa pihaknya memilih lahan tersebut, selain karena memang sangat cocok, namun lahan juga sangat luas.
“Tapi sampai sekarang kita belum sosialisasi dan insya allah Agustus bisa kita sosialisasikan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT menyampaikan bahwa nantinya masyarakat di Desa Sade tidak boleh menempati rumahnya saat ini. Karena itulah pemerintah membangunkan rumah untuk warga, sementara rumah lama mereka akan fokus untuk dijadikan lokasi berdagang dan untuk penginapan bagi wisatawan.
“Sade nantinya, hanya menjadi tempat mereka jualan dan akan dijadikan sebagai homstay, penduduknya akan kita buatkan tempat tinggal,” kata Suhaili. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here