Beranda Headline Tumbang, Sembilan Politisi ‘Gantung’ Nasib di Pileg

Tumbang, Sembilan Politisi ‘Gantung’ Nasib di Pileg

BERBAGI
ILUSTRASI

Gede Sakti dan Mory Hanafi Nyaleg

MATARAM – Kalah ( tumbang, Red ) diperhelatan Pilkada serentak 27 Juni lalu, ditemukan sembilan orang politisi itu kini ‘mengantungkan’ nasibnya di pemilihan legislatif (Pileg) 2019.
Adapun data yang diperoleh dari KPU NTB, calon Wakil Gubernur NTB yang tumbang, Morry Hanafi kembali ingin menduduki kursi DPRD NTB maju melalui Partai Gerindranomor urut 2 Dapil VI yaitu Kabupaten Bima, kota Bima dan kabupaten Dompu. Berikutnya Nauval Furqoni Farinduan menjadi Caleg untuk DPRD Provinsi melalui Partai Gerindra nomor urut 5 Dapil II (Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara). Ketua DPC Gerindra Lombok Timur, Khairul Warisin dengan nomor urut 1 Dapil VII alias Lombok Timur bagian selatan.
Machsun Ridwaini tidak maju melalui PBB. Namun, Ridwaini memilih maju melalui Partai Gerindra dengan nomor urut 1 Dapil IV (Lombok Timur bagian utara).
Berikutnya, calon Walikota Bima, A Rahman Abidin dengan kendaraan Partai Demokrat nomor urut 1 Dapil VI (Kabupaten Bima, kota Bima dan kabupaten Dompu).
Calon Wakil Bupati Lombok Barat, TGH Muammar Arafat tidak lagi bernaung di bawah rindang pohon beringin Partai Golkar. Politisi muda itu memilih maju mencalonkan diri untuk DPRD NTB melalui PPP dengan nomor urut 2 Dapil II (Lombok Barat – KLU).
Demikian juga, Najamuddin Mustapha tidak mencalonkan diri di Pileg melalui PKB. Politisi asal Sakra, Lombok Timur memilih maju di Pileg melalui PAN dengan nomor urut 1 di Dapil VII (Lombok Timur bagian Selatan).
sementara, TGH Gede Sakti maju di nyaleg melalui Partai Hanura dengan nomor urut 1 di Dapil VIII (Lombok Tengah bagian utara). TGH Khudori selaku Ketua DPC PKB Lombok Barat maju kembali mencalonkan di DPRD NTB dengan nomor urut 1 Dapil II (Lombok Barat – KLU).

TGH Muammar Arafat yang dikonfirmasi wartawan membenarkan dirinya kembali maju nyaleg namun tidak lagi melalui Partai Golkar.
“Karena selebrasi saya tidak memperoleh bendera Golkar. Maka saya ngambil bendera PPP,” katanya di Mataram, kemarin.

Mantan Ketua DPW PKB NTB, Najamuddin Mustapha membenarkan diriny maju nyaleg melalui PAN. Bukan tanpa alasan dirinya memilih berlabuh ke PAN untuk nyaleg karena ia memastikan sudah keluar sebagai anggota dan kader PKB.
“Sekarang saya merasa lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura NTB, H Syamsul Rijal memastikan bahwa TGH Lalu Gede Sakti sudah didaftarkan sebagai bacaleg Partai Hanura di Dapil VIII Lombok Tengah bagian utara untuk DPRD NTB. Dirinya optimis dengan keberadaan TGH Lalu Gede Sakti di Dapil VIII akan bisa menyumbang dua kursi di Dapil tersebut untuk DPRD provinsi NTB.
“Kami sangat yakin bisa peroleh dua kursi,” yakin dia. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here