Beranda Headline Rencana Penggusuran Bikin PKL Resah

Rencana Penggusuran Bikin PKL Resah

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA TUNTUT KEADILAN: Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di dalam Lombok Internasional Airport (LIA) saat aksi ke DPRD Loteng, kemarin.

Adukan Persoalan Ini ke DPRD

PRAYA — Rencana pihak PT. Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA), penggusuran lapak pedagang kaki lima (PKL) di dalam bandara membuat PKL resah. Mereka dibuat tidak tenang bahkan ada yang mengaku setres gara-gara rencana penggusuran yang akan dilakukan pada Agutus mendatang ini.
Dari rencana ini, puluhan PKL di dalam bandara pun mengadukan persoalan ini kepada wakil rakyat yang ada di DPRD Loteng, kemarin.
Di tengah rencana penggusuran itu, para pedagang mengancam akan tetap bertahan. Bahkan rela mati jika mereka tidak diperbolehkan lagi mengais rizki di dalam area bandara.
Ketua Komisi II DPRD Loteng, M Samsul Qomar yang menerima kedatangan para PKL menampung semua keluhan mereka.
Salah satu PKL di bandara, Inaq Badi Alam menegaskan, ia dating mengadukan nasib terkait rencana penggusuran lapak PKL oleh pihak angkasa pura.
“Bukan kami menolak pembangunan di lokasi tempat kami jualan sekarang. Tapi seharus mereka memperhatikan dulu kemana kami pindajh, jangan langsung ingin menindas kita,” ungkapnya.
Dia menegaskan, jika belum ada lokasi yang layak untuk mereka, pedagang tetap ngotot tidak akan pindah. Sehingga kedatangan ini, pedagang meminta kepada wakil rakyat meperjuangan nasib mereka.
“Kami tidak ingin pembangun megah di bandara, namun rakyat kecil seperti kami ini malah tertindas,” tegasnya.
Sekarang ini, jumlah PKL di dalam bandara yang akan kenak gusur sekitar 56 lapak dengan jumlah pedagang mencapai 90 orang. Artinya akan sangat banyak sekali yang akan menderita karena penggusuran itu.
“Kami siap pindah asalkan memang lokasinya cocok,” tuturnya.
Untuk itu, pihaknya menekankan pihak Angkasa Pura bila ingin membangun harus dengan cara berkeadilan. Artinya harus memikirkan dampak untuk masyarakat setempat juga.

Pedagang lainnya, Amaq Reni berharap PT Angkasa Pura sebelum dilakukan penggusuran meminta lokasi yang akan ditempati.
“Kami sekarang hanya menjadi penonton di bandara ini,” tegas dia.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Loteng, M Samsul Qomar menegaskan, pihaknya mengaku tidak setuju jika pembangunan dilakukan oleh Angkasa Pura akan menindas masyarakat kecil. Bila memang mereka berniat direlokasi harusnya tempat sudah disiapkan sejak jauh-jauh harinya.
“Kami akan panggil Angkasa Pura dalam waktu dekat ini,” janji Samsul.
Untuk kekuarang lapak, pihaknya juga berjanji akan mengganggarkan melalui APBD perubahan tahun ini, agar semua pedagang di sana mendapatkan lapak yang layak.
“Kami akan minta Disprindag untuk koordinsi masalah ini dengan Angkasa pura,” perintahnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here