Beranda Headline Pengumuman Kelulusan di Unram Diduga Dipermainkan

Pengumuman Kelulusan di Unram Diduga Dipermainkan

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA JANGGAL: Puluhan calon mahasiswa Unram dan wali saat melakukan demo di halaman Unram, kemarin.

MATARAM – Puluhan calon mahasiswa universitas Mataram (Unram) bersama orang tua mereka melakukan aksi unjuk rasa di halaman kampus setempat, kemarin.
Mereka menolak hasil pengumuman jalur mandiri kedua yang diduga dipermainkan oknum orang dalam di Unram. Para calon mahasiswa ini, sebelumnya sudah lulus pada pengumunan online pertama, namun ternyata pengumuman kedua kalinya ternyata tidak lulus. Ada yang lulus tetapi tidak sesuai daftar jurusan kelulusan pada pengumuman pertama. Hal yang membuat mereka bertanya-tanya dan menduga ada kejanggalan dalam pengumuman secara manual. Sementara untuk yang online perubahan data tersebut di hack.

Orang tua calon mahasiswa, Atun Wardatun akan membawa masalah ini keranah pidana dan perdata. Dia mengaku, sangat kecewa anaknya yang lulus di Fakultas Kedokteran pada pengumunan pertama tanggal 24 berubah ke jurusan Kimia. Hal itu dia ketahui tanggal 25 dimana awalnya ingin melihat tata cara daftar ulang.
“Pengumunan website tanggal 24 itu disebutkan tolong dicek tata cara daftar ulang tanggal 25, pas kita buka linknya kok berubah ke kimia, kami kaget,” cerita dia di lokasi aksi.
Malam itu, lanjut ceritanya, dia menghubungi Kaprodi Kedokteran namun pengakuannya kata Wardatun, sebanyak 41 calon mahasiswa yang diterima di Kedokteran berubah. Itu sesuai keterangan Wakil Rektor I.
Wardatun banyak melihat kejanggalan dalam pengumuman itu, dimana saat ikut rapat bersama rektor dan jajaran rektorat oleh IT pihak rekrotrat mengaku hasil pengumumam pertama itu belum disingkornkan. Sebelum di launching website resmi Unram, pihaknya sudah melalukan uji coba namun setelah diuploud ternyata berubah.
“Kami akan proses secara hukum, kenapa menguploud yang salah, ketika keluar nama nama itu ternyata berubah lagi, ada apa banyak kejanggalan saya lihat,” sebutnya.

Dia pun menanyakan kenapa tidak diumumkan melalui media masa namun alasan mereka takut ada pihak pihak tertentu yang memainkan untuk berbuat menipu.
“Apa hubungannya pengumuman dengan orang yang menipu, tidak jelas alasan yang disampaikan,” katanya.

Wardatun hanya meminta agar pihak Unram mengembalikan nama-nama yang lulus itu pada pengumuman pertama. Jika tidak dilakukan mengancam akan membawa keranah hukum, mereka akan langsung melapor ke Ombudsman RI perwakilan NTB.
“Kami akan tunggu sampai jam 2 keputusan nya,” tegasnya.
Wali calon mahasiswa lainnya, Amaq Gogos Asal Bunkate, Loteng mengaku sangat kecewa dengan pengumunan yang disampaikan kampus negeri ternama di NTB itu. Anaknya yang sebelumnya dinyatakan lulus pada pengumuman online tiba-tiba batal di pengumuman kedua.

“Kami minta kejelasan tolong kami diberi penjelasan,” katanya dalam orasi di halaman Unram.

Sekitar pukul 13.46 Wita, pihak Unram belum ada yang keluar menemui puluhan peserta dan memberi penjelasan hingga salah seorang keluarga calon mahasiswa, Taufik Hidayat tampak keluar dari ruang rektorat dan langsung mengambil mega phone.
katanya, berdasarkan hasil rapat di dalam bersama pihak Unram menghasilkan keputusan pengumunan hasil pleno tanggal 23 di uploud tanggal 24. Sementara pihak IT Unram kata dia mengaku ada kesalahan teknis dalam pengumuman itu. Dari pertemuan itu, Unram ngotot hasil yang benar ialah hasil rekapitulasi manual yang diteken oleh Rektor langsung, L Husni. Namun anehnya, saat Taufik meminta lembaran manual itu mengaku tidak boleh dilihat.

“Dan kami tidak terima apapun alasannya,” terang dia.

Pihak Unram tetap bersikukuh mengatakan itulah disepakati yang ada di map atau pengumuman manula.
“Oh, karen itu perjuangan kita tidak berhenti sampai di sini. Kita menuntut keadilan kalau selama ini pengumuman Unram lewat online kenapa sekarang pakai manual,” kata dia heran.

Taufik kemudian mengajak wali calon mahasiswa untuk datang ke kantor gubernur untuk melaporkan kejanggalan tersebut. Namun, sesampai di kantor gubenur, wakil gubenur dan Sekda tidak bisa dijumpainya karena keluar daerah hingga mereka langsung mendatangi markas Ombudsman NTB. Mereka juga mengancam akan kembali meramaikan Unram besok (Hari Ini,Red).

Ketua Ombudsman RI NTB, Adhar Hakim menjelaskan tim akan mempelajari laporan itu, besok (Hari Ini,Red) akan mulai turun langsung ke Unram sore ini menyiapkan materi untuk diproses. Ombudsman akan mengklarifikasi lagi berdasarkan materi laporan dimana awal persoalannya. Dari situ nanti pihaknya mulai termasuk meminta keterangan dari Rektor.

“Akan kami telusuri detail tahapan sifatnya administrasi, saya berharap Unram bersikap kooperarif Ombudsman berhak meminta berkas,” tegas Adhar di depan massa.

Rektor Urnam, Lalu Husni belum memberikan keterangan apapun ke media. Saat dihubungi via ponsel, belum juga memberikan tanggapan.
Berdasarkan data yang diperoleh koran ini, ada 707 calon mahasiswa Unram hasil pengumuan tersebut yang berubah. Tidak hanya di satu fakultas saja namun perubahan nama pengumuman pertama dan kedua itu terjadi di sejumlah fakultas lainnya. Ada juga calon mahasiswa yang sebelumnya tidak lulus pada pengumuan kedua yang dikeluarkan Unram namun lulus. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here