Beranda Mataram Ketika Pasar Tradisional Akan Miliki Label SNI

Ketika Pasar Tradisional Akan Miliki Label SNI

BERBAGI
SUSAN/RADAR MANDALIKA AKAN BERLABEL SNI: Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani saat mengecek Pasar Dasan Agung yang didorong agar berlabel SNI.

Pasar Dasan Agung, Ber-SNI Pertama di Indonesia Bagian Timur

Pasar tradisional tak boleh selamanya terkonotasi becek, dan kumuh. Konsep pasar tradisional harus diubah menjadi modern, ditambah mesti berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI).

SRI SUSANTINI-MATARAM

SALAH satu pasar yang dibidik berlabel SNI adalah Pasar Dasan Agung di Kota Mataram. Wacana pemerintah menjadikan Pasar Dasan Agung berlabel SNI pertama di NTB, sekaligus pertama di Indonesia bagian Timur bakal tak sekadar rencana. “Pasar Dasan Agung Mataram akan dijadikan pasar berstandar SNI pertama di NTB dengan 44 item kriteria yang harus dipenuhi,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani.
Bila ingin berlabel SNI, maka Sumber Daya Manusia (SDM) para pedagang harus bisa bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan dan keamanan demi kenyamanan di lingkungan pasar. Fasilitas pasar seperti musala, toilet, hingga tong sampah harus lengkap, serta lokasi pedagang harus teratur sesuai dengan jenis dagangannya. Seperti letak pedagang daging, sayur, bumbu-bumbu harus dipilah. Tidak dicampur aduk dalam satu tempat.
“Tidak hanya produk insdustri yang hanya mengantongi sertifikat SNI. Tapi fasilitas umum seperti pasar rakyat juga harusnya mengantongi SNI,” ujar Selly, kemarin.
Mengenai syarat teknis pasar berstandar SNI yaitu ruang dagang, aksesibilitas dan zonasinya, fasilitas umum seperti toilet, tempat laktasi, bermain anak, harus disiapkan untuk kaum disabilitas. Begitu juga elemen bangunannya, keselamatan dalam bangunan, pencahayaan, sirkulasi udara, drainase, ketersediaan air bersih serta tentunya ada pengolahan limbah pasar.
Untuk persyaratan pengelolaan, tentunya perlu ada SDM yang mumpuni. Seperti prinsip pengelolaan pasar, tupoksi pengelola pasar, SOP pengelola pasar, serta pemberdayaan pedagang.
Selly menyebutkan, tujuan diwacanakan pasar berstandar SNI. Yakni untuk menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan daya saing pasar rakyat dengan pasar retail modern. Khusus di Kota Mataram terdapat 109 pasar modern, sedangkan pasar rakyat hanya 19. “Sekarang bagaimana cara kita menaikkan status pasar rakyat di Dasan Agung. Karena bersebelahan dengan ikon NTB yaitu Islamic Center. Tentu komitmen kita harus jelas,” ujarnya.
Menurut Selly, pemerintah pusat dalam hal ini Direktur Standarisasi dan Pengendalian Mutu Ditjen PKTN Kemendag, bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota harus bekerjasama untuk mewujudkan pasar berstandar SNI pertama di NTB. “Semoga dengan ber-SNI-nya pasar Dasan Agung ini akan memiliki daya ungkit yang positif untuk ekonomi kerakyatan. Tentu akan meningkatkan PAD Kota Mataram juga,” sambungnya.
Pasar ber-SNI berlaku sejak 2015. Di Indonesia jumlah pasar ber-SNI baru 21 pasar di wilayah pulau Jawa. “Syaratnya cukup berat. Dilihat lokasi pasar, kebersihan dan kesehatan serta keamanan dan kenyamanan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here