Beranda Headline Cuaca Ekstrim Ganggu Penyeberangan

Cuaca Ekstrim Ganggu Penyeberangan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA MENUMPUK: Para penumpang wisatawan asing saat menunggu untuk bisa menyeberang di Pelabuhan Lembar, kemarin.

LOBAR —Cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari belakangan, mulai mengganggu jalur penyeberangan Padang Bai-Lembar. Bahkan dari ASDP Padang Bai sudah memberlakukan sistem buka tutup. Imbasnya di Pelabuhan Lembar terjadi penumpukan kendaraan truk sejak kemarin pagi.
Berdasarkan pantauan Koran ini, penumpukan itu membuat antrean hingga keluar pelabuhan ASDP Lembar. Panjang antrean mengular hingga 2-3 kilometer ke jalan raya Lembar. Untuk mengurai kemacetan, aparat kepolisian melakukan rekayasa jalan. Dengan mendahulukan kendaraan penumpang masuk ke Pelabuhan Lembar.
Selain kendaraan, terlihat pula peningkatan penumpang pejalan kaki yang didominasi wisatawan asing. Lantaran sejumlah kapal cepat yang biasa digunakan para wisatawan asing menuju Bali maupun sebaliknya, tidak beroperasi sementara waktu. Mengingat sebelumnya telah ada imbauan dari BMKG kepada operator kapal berukuran kecil, untuk libur beroprasi akibat tingginya gelombang.
Manager Operasional PT ASDP Ferry Indonesia cabang Lembar, Wildan Jazuli yang dikonfirmasi membenarkan adanya gangguan penyeberangan. Cuaca buruk itu memaksa pihak otoritas pelabuhan Padang Bai memberlakukan sistem buka tutup. “Kita pun terkena imbasnya, penumpakan penumpang,” ungkapnya. Sebagai solusi, pihaknya menyiapkan kapal khusus mengangkut penumpang. Hingga diberlakukan ekstra trip.
Sementara Koordinator Satuan Pelayaran Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Lembar, Nelson mengatakan, gangguan penyerangan imbas dari dermaga II yang tidak bisa dipergunakan. Disebabkan cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Akibatnya, jadwal keberangkatan kapal di pelabuhan Lembar harus mengikuti jadwal Pelabuhan Padang Bai. “Di Pelabuhan Padangbai terganggu ombak pantai. Otomatis di sini (Lembar) ikut terganggu,” jelasnya.
Kondisi ini membuat penurunan trip kapal. Dari normalnya 16 trip perhari berkurang menjadi 10-12 trip. Penurunan sudah berlangsung selama dua hari belakangan ini. “Biasanya satu jam sekali diundur jadi dua jam sekali,” tambahnya.
Diakui, pihaknya tetap berkoordinasi dengan stakeholder terkait mengenai kondisi cuaca untuk penyeberangan. Seperti BMKG, ASDP dan stakeholder terkait di Pelabuhan Lembar. Sejauh ini belum ada peringatan dari BMKG untuk larangan melakukan penyeberangan, melihat situasi cuaca yang belum bersahabat. “Kita tetap jamin safety bagi penumpang. Karena itu kami terus koordinasi dengan semua stakeholder terkait, termasuk BMKG soal informasi cuaca,” pungkasnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here