Beranda Headline Warga Pesisir Diterjang Banjir Rob

Warga Pesisir Diterjang Banjir Rob

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERENDAM: Kondisi Dusun Taman Pantai Enduk yang terendam air laut pasang, kemarin.

LOBAR —Sejumlah kawasan pesisir pantai di Lombok Barat (Lobar) diterjang banjir rob, kemarin. Terjangan ombak itu melanda tiga Desa, yaitu Kuranji, Taman Ayu dan Lembar. Dampak terparah terjadi di Pantai Enduk Dusun Taman, Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung. Berdasarkan pemantauan, sejumlah rumah yang berada dekat pantai direndam air laut. Bahkan satu rumah mengalami kerusakan akibat terjangan air laut. Banjir rob datang sekitar pukul 04.00 wita. Gelombang laut yang tingginya diperkirakan mencapai 5-6 meter naik ke pemukiman warga, hingga memicu banjir mencapai sepinggang orang dewasa.
Basarnas dan Tagana yang menerima laporan langsung melakukan evakuasi seluruh warga setempat ke sekolah terdekat. Air sempat surut sekitar pukul 09.00 wita. “Dari jam 4 pagi itu air sudah naik,” kata Kepala Dusun Taman, L Imran.
Menurutnya, sebanyak 31 kepala keluarga (KK) atau 115 jiwa terkena dampak dari banjir rob. Warga pun membutuhkan bantuan tenda dan dapur darurat, lantaran peralatan masak ikur hanyut. “Yang kita butuhkan sekarang ini makanan, karena warga ini tidak bisa masak. Dapurnya sudah terendam,” pintanya.
Hal senadapun disampaikan Ketua RT setempat, Saparudin. Banjir rob memang kerap terjadi setiap tahunnya, hanya saja tahun ini yang terparah. Pihak Pemkab Lobar juga sudah turun dan menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial dan BPBD Lobar. Bantuan tersebut berupa mi instan, makanan siap saji dan air mineral.
“Kita sudah mendrop bantuan makanan, air dan mi,” ujar Kepala Dinsos Lobar, Hj Ni Made Ambarwati.
Terkait permintaan tenda darurat dan dapur umum, Ambar mengaku masih melakukan koordinasi dengan BPBD. Sejauh ini para warga sudah diungsikan ke sekolah terdekat yang aman.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, HM Rum langsung melihat kondisi banjir di lokasi tersebut. Dikatakan, gelombang tinggi dan cuaca ekstrim sudah diprediksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menimpa wilayah selatan NTB.
“Dari sejak 24 Juli sampai 26 Juli, tiga hari sudah diprediksi ada cuaca ekstrim melanda wilayah selatan,” ungkapnya.
Rum mengimbau kepada warga pesisir pantai termasuk nelayan untuk berhati-hati, dan tidak melaut. Sebab diprediksi gelombang laut hingga ketinggian 6 meter akan terjadi, sehingga dikhawatirkan akan membahayakan pelayaran. “Memang setiap tahun kondisinya seperti ini,” ujarnya.
Pihaknya akan mengkaji lokasi pemukiman warga setempat yang dinilai sudah tidak layak untuk ditempati. Lantaran lokasi yang sangat berdekatan dengan bibir pantai. “Nanti kebijakannya seperti apa, apakah akan direlokasi, itu menjadi kebijakan tingkat atas,” tandasnya.
Gelombang pasang juga terjadi di kawasan Batulayar-Senggigi. Bahkan merusak sejumlah lapak dagang di kawasan wisata Pantai Duduk Batulayar.
Menanggapi bencana yang terjadi, Bupati Lobar, H Fauzan Khalid mengaku sudah langsung melakukan koordinasi intensif antar SKPD. Bahkan ia sudah menginstruksikan BPBD Lobar, Dinsos dan Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan evakuasi bagi warga yang terkenak dampak banjir rob. “Kami belum menerima data yang ril dari BPBD dan Dinas Sosial. Tapi ya kita harus selamatkan warga dulu,” tegasnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here