Beranda Lombok Timur Prihatin, HAN Dinodai Pencabulan Anak

Prihatin, HAN Dinodai Pencabulan Anak

BERBAGI
ILUSTRASI

LOTIM – Hari Anak Nasional (HAN) ternoda aksi pencabulan anak di bawah umur. Tidak tanggung-tanggung, pelakunya adalah pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) dan guru ngaji. Alasan dua pelaku bejat memangsa anak bawah umur ini, tidak lain khilaf dan lagi-lagi setan dipersalahkan.
Adaya aksi pencabulan anak bawah umur ini, disesalkan H Rumaksi sebagai wakil bupati terpilih. Ia mengaku sangat menyayangkan para pelaku yang sudah melakukan tindakan amoral tersebut. “Sangat kita sayangkan, anak-anak kita jadi korban mereka,” tegasnya.
Karena kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya meminta aparat penegak hukum, untuk memberikan hukuman seberat-beratnya. Apalagi, mereka para pelaku tergolong sebagai tokoh di tengah masyarakat. “Bila perlu dihukum seberat-beratnya,” pintanya.
Sebelumnya, terdapat dua pelaku pencabulan anak di bawah umur. Satu tersangka merupakan pimpinan Ponpes menggerayangi dua santrinya. Sedangkan satu tersangka lainnya merupakan guru ngaji, melakukan pelecehan seksual saat korban sedang belajar mengaji di masjid. Kedua tersangka ini, dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hingga 15 tahun penjara. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here