Beranda Lombok Barat Lobi Tambahan Anggaran Jalan

Lobi Tambahan Anggaran Jalan

BERBAGI
Ist/radar mandalika INFASTRUKTUR: Salah satu ruas jalan di Lingkungan Dasan Geres Kecamatan Gerung Lobar tengah dalam perbaikan, kemarin.

LOBAR —Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak main-main dalam membangun infastruktur jalan di wilayahnya. Demi infrastruktur jalan yang mulus, di tahun anggaran 2019 mendatang, Pemkab langsung melobi tambahan anggaran ke pemerintah pusat.
Diwakili Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi dan Kasubag Perencanaan Program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lobar, Anwar Junaidi. Keduanya mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PERA). “Kita perlu mempercepat konektivitas jalan provinsi dengan jalan kabupaten dan jalan desa guna memberikan daya ungkit yang lebih cepat terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ungkap Kepala Bappeda Lobar, H Baehaqi, kemarin.
Menurutnya, infrastruktur jalan merupakan faktor utama yang mendukung percepatan pembangunan diberbagai sektor. Baik pada sektor pariwisata, pertanian, perindustrian dan perdagangan, hingga pendidikan maupun kesehatan. “Sektor-sektor itu sangat bergantung pada baik buruknya infrastruktur jalan,” ujarnya.
Apabila akses jalan sudah baik, selain mempermudah para petani atau pelaku industri dalam pemasaran, juga untuk peningkatan wisatawan. Ia meyakini konektivitas dan elaborasi multi sektor itu akan mempercepat penurunan kemiskinan.
Kasubag Perencanaan Program Dinas PU-PR Anwar Junaidi mengatakan, sejauh ini Lobar telah menambah 67,01 kilometer (km) panjang jalan kabupaten. Dari 504,87 km menjadi 571,68 km. Dari total jalan itu, sepanjang 357,5 km atau 62,55 persen dalam kondisi mantap. Bahkan pada tahun anggaran 2018 ini, proses rekonstruksi jalan dengan standar jalan provinsi berasal dari banyak sumber anggaran. “Anggaran tahun ini bersumber dari tigs jenis. Ada DAK, DAU, dan PRIM dari Australia. DAK 2018 mencapai Rp 39 miliar, PRIM Rp 50 miliar, dan DAU mencapai Rp 74 miliar,” pungkasnya.
Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Setda Lobar, H Saeful Ahkam membeberkan apa yang disampaikan pihak Kementerian PU-PERA saat menerima perwakilan Pemkab Lobar di Jakarta. Menurutnya, kondisi jalan yang mantap di seluruh wilayah Lobar mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Sebab kemantapan jalan telah mencapai 62,55 persen. Capaian ini di atas rata-rata secara nasional pada tahun 2017 lalu yang mencapai 59 persen.
Hal itu kata Ahkam disampaikan oleh Kasubdit Manajemen dan Evaluasi Jalan Daerah pada Direktorat Jalan Bebas Hambatan Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU-PERA saat di ruang kerjanya. “Kalau di NTB rata-rata sudah di atas angka tersebut. Apalagi jalan di Pulau Lombok, rata-rata sudah bagus,” ujarnya.
Kasubdit Kementerian itu juga memaparkan kondisi penganggaran jalan di Indonesia tahun 2018 ini. Anggaran tahun ini cuma Rp 42 triliun. Tapi untuk jalan hanya Rp 18 triliun sehingga semua daerah hanya bisa memperoleh salah satu dari dua jenis anggaran. “Tidak bisa dua-duanya,” ungkapnya.
Kendati demikian untuk tahun 2019, kementerian mengusulkan mencapai sekitar Rp 69 triliun. Tentu ini lebih besar, dan diharapkan ada daerah yang bisa memperoleh kedua sumber anggaran itu. Baik DAK reguler maupun DAK penugasan. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here