Beranda Lombok Timur Ketua DPC PDIP Ogah Berkomentar

Ketua DPC PDIP Ogah Berkomentar

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Lalu Lukman

LOTIM – Sebanyak 18 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, diduga terlibat Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif atau perjokian. Dari 18 orang wakil rakyat ini, terdapat satu fraksi yakni Fraksi PDIP yang tak satu pun berangkat mengikuti Diklat itu.
Saat ditanyakan ke Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Lotim, Lalu Lukmanul Hakim apakah ada sanksi terhadap empat wakilnya di dewan yang terlibat dugaan SPPD fiktif, ia memilih bungkam soal kemelut tersebut. “Saya no coment soal itu,” tegas Lalu Lukmanul Hakim kepada Radar Mandalika, di kantor KPU, kemarin.
Namun pihaknya akan terus melihat seperti apa kejelasan hukumnya. Sementara soal kajian di partai, belum ada. Termasuk soal sanksi juga belum dipikirkannya. “Kita lihat dulu seperti perkembangan proses hukumnya,” jawabnya singkat.
Terhadap kasus dugaan SPPD fiktif dan perjokian ini, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim sudah melakukan penyelidikan. Termasuk, berkoordinasi dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Dugaan perjokian ini, menjadi perbincangan hangat masyarakat Lotim.
Untuk menutupi diri, 18 wakil rakyat itu tak terkecuali anggota fraksi PDIP, melakukan Diklat susulan di Jakarta belum lama ini. Karena melibatkan satu fraksi PDIP, membuat para senior PDIP gerah. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here