Beranda Headline Gelombang Tinggi, Wisatawan Diminta Waspada

Gelombang Tinggi, Wisatawan Diminta Waspada

BERBAGI
Ahmad Rohadi/Radar Mandalika CUACA BURUK: Tingginya gelombang memicu air laut naik ke daratan di Gili Trawangan, kemarin.

KLU —Gelombang tinggi kembali melanda Perairan Selat Lombok bagian utara. Hal ini pun membuat arus penyeberangan kapal cepat Bali-Gili Trawangan sempat distop akibat cuaca buruk tersebut.
Tidak saja di perairan, gelombang tinggi juga menimbulkan air pasang hingga menghempas ke badan jalan di Gili Trawangan.
“Dari edaran yang disampaikan BMKG, sejak 17 Juli lalu gelombang mulai tinggi. Dimana pada H+3 ketinggian gelombang mencapai 0,25-2 meter yang terjadi di Selat Lombok bagian utara,” ungkap Petugas Syahbandar, Salman.
Ia menerangkan, dari peringatan BMKG tersebut berlaku sejak tanggal 17-25 juli. Namun tidak menutup kemungkinan edaran peringatan tersebut akan diperpanjang hingga 29 juli mendatang.
“Kami tetap berkoordinasi dengan BMKG. Jika terjadi cuaca ekstrim seperti ini, pasti akan diperpanjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, Muhamad mengaku turut prihatin dengan kondisi cuaca buruk tersebut. Ia menerangkan di kawasan pesisir pantai Gili Trawangan pada wilayah barat telah terjadi gelombang pasang yang memicu masuknya air laut hingga ke badan jalan. Melihat kondisi yang terjadi, Muhamad menyarankan kepada semua pelaku usaha perhotelan di tiga gili khususnya di Gili Terawangan agar menyampaikan dan memberikan imbauan kepada para tamu wisatawan asing maupun domistik untuk lebih berhati-hati, terlebih pada kegiatan aktifitas laut seperti snorkeling, diving, atau aktivitas di bibir pantai.
Terpisah, Sekretaris Koperasi Karya Bahari, Mauludin menyampaikan bahwa sejak ditutupnya penyeberangan arus Bali-Lombok, pihaknya di Syahbandar mengalami kenaikan jumlah penumpang pada angkutan publik yang ditangani. Dimana kenaikan jumlah penumpang mencapai hingga 20 persen dari hari-hari sebelumnya.
“Ya karena wisatawan sekarang belum bisa menggunakan kapal cepat dari Bali, jadi mereka yang datang dari Bali menggunakan pesawat udara dan sebagian juga melalui Lembar, sehingga jika ingin ke Gili Trawangan harus melalui Pelabuhan Bangsal dan atau Teluknara,” cetusnya. (cr-dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here