Beranda Headline Ulama dari 21 Negara Akan ke Lombok

Ulama dari 21 Negara Akan ke Lombok

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA KETERANGAN: Ketua panitia Konferensi Internasional, Fauzan Zakaria (tengah) saat beri memberikan keterangan pers, kemarin.

MATARAM – Untuk kesekian kalinya, Nusa Tenggara Barat (NTB ) akan dikunjungi 500 ulama tersohor dari 21 negara dari jumlah 32 negara yang diundang. Dimana, 400 ulama berasal dari luar negeri seperti Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Aljazair, Nigeria, India, Pakistan, Rusia, Ukraina, Malaysia, Thailand, Singapore, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Sementara 100 ulama dari Indonesia yaitu 50 ulama asal NTB dan 50 lainnya dari berbagai daerah di Indonesia termasuk sekaligus sebagai panitia penyelenggara.

Kehadiran mereka dalam rangka Konferensi Internasional Moderasi Islam untuk kedua kalinya. Pada Kongerensi ini, fokus kajian soal moderasi Islam dalam perspektif Ahlulsunnah Wal Jamaah yang akan dipustkan di Islamic Center Hubbul Wathan NTB, Kamis sampai Minggu mendatang.

Ketua panitia, Fauzan Zakaria menyampaikan kegiatan yang terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB, Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (QIAA) Cabang Indonesia merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sama pada tahun lalu dengan tujuan menggali dan mengembangkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, ramah dan damai seperti yang tercermin dalam wasathiyyat Islam dan radikalisme dalam beragama. Menghadirkan konsep wasathiyyat Islam dan implementasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan mengukuhkan pandangan Ahlulsunnah Wal Jamaah yang bercirikan moderat dalam pemikiran dan sikap keberagamaan.

Pada acara itu, akan menjadi tamu kehormatan tiga profesor, Syeikh Syauqi Ibrahim Alam, Grand Mufti Mesir dan Mahrashawi yang merupakan rektor Universitas Al-Azhar Mesir. Untuk di Indonesia diundang sebagai pemateri yaitu Din Syamsudin, Mahfud MD, Ketum PBNU, KH Said Agil Sirojd dan pihak PB Muhammadiyah dan juga ketua MUI, Maaruf Amin.

Selama empat hari para narasumber dan peserta akan mendiskusikan berbagai persoalan mendasar seperti Siapa Ahlulsunnah Wal Jamaah, Kelompok yang Selamat (al-Firqah al-Najiyah)” dalam hadits tentang Perpecahan Umat Islam dan Urgensi Persatuan, Moderasi Islam dalam Pemiliran Teologi, Model Pemikirqn Abul Hasan al Asyari, Model Pemikiran Ahmad bin Hambal, Model Pemikiran Abu Mansur al-Maturidi, Moderasi Islam dalam Pemikiran Politik, Perspektif al-Mawardi, Konsep Imamah/Khalifah dalam Perspektif Ahlussunnah/Sunnah dan Syiah .

Berikutnya Moderasi Islam dalam Pemikirqn Tasawuf diantaranya perspektif Imam al-Ghazali, Tasawuf dalam Kehidupan Masyarakat Muslim Indonesia dan Moderasi Dalam Pemikiran Hukum Islam yaitu model Pemikiran Imam Syafii, Menyikapi Perbedaan dalam Mahzhab Fiqih Islam dan Fiqih Minoritas Muslim.

Masalah-masalah Kontemporer, lanjut Fauzan dalam Perspektif Moderasi Islam antara lain Agama dan Kebangsaan, Konsep Ahlu al – Dzimmah dan Kewarganegaraan serta Bela Negara dalam Perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Untuk peserta di tanggal 25 sudah mulai berdatangan dan 26 malam panitia pastikan sudah cek in Hotel,” terang Fauzan dalam jumpa pers kemarin di Mataram.

Fauzan mengaku selain tujuan utama diskusi ilmiah seputar Islam moderat tentu sisi lain akan menguntungkan sektor pariwisata NTB. Dimana di hari terakhir peserta akan berwisata dibeberapa lokasi wisata di pulau Lombok. Untuk mengenalkan keindahan wisata baik di Lombok maupun Sumbawa, sebanyak peserta sudah disiapkan flesdisk berisi obyek wisata beserta paket wisata yang ditawarkan.

“Untuk keuntungan wisata kita harap peserta akan bercerita di negera masing masing tentang keindahan NTB,” harap dia.

Fauzan juga menegaskan, konferensi tersebut tidak ada sangkutpautnya dengan urusan politik di tanah air. Sebab, peserta dari berbagai negara punya pandangan politik berbeda beda.

“Ini murni kajian ilmiah tentang moderasi Islam,” imbuhnya.

Fauzan mengatakan, keterpilihan Lombok sebagai lokasi bukan tanpa apalasan. NTB daerah pertama yang mendapat predikat deklarasi wisata halal dunia selain itu Lombok khusunya dikenal dengan seribu masjid dan Gubernur NTB selain sebagai ulama juga hafiz quran.

Disingggung kedatangan RI 1 atau 2, Fauzan mengaku sebetulnya undangan sudah terkirim namun hingga saat ini (kemarin,red) belum ada konfirmasi dari istana.

“Semoga bisa hadir saja,” harap Fauzan. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here