Beranda Mataram Tim Pengawas Hewan Kurban Antisipasi Antraks

Tim Pengawas Hewan Kurban Antisipasi Antraks

BERBAGI
dok/radar mandalika H Mutawalli

MATARAM —Jelang hari raya Idul Adha, Dinas Pertanian Kota Mataram telah mempersiapkan tim pengawas kesehatan hewan kurban. Tahun ini, 50 orang anggota tim disiapkan memeriksa seluruh hewan kurban, sebelum hingga setelah dipotong. “Saat masih dijual kita periksa, mana yang gak boleh dipotong. Dan saat pemotongan juga dicek,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H Mutawalli.
Tim yang beranggotakan dari unsur Dinas Pertanian Kota Mataram, perguruan tinggi hingga dari pemprov akan melihat kondisi hewan kurban sebelum dipotong secara kasat mata. Penyakit yang sangat diantisipasi adalah antraks. Meski NTB sudah bebas antraks, namun tetap dilakukan pengawasan. “Potensi antraks tetap ada, jadi tetap harus diantisiapasi dan diawasi,” ungkapnya.
“Kita juga melihat kalau ada hewan yang matanya merah, ingusan maupun korengan. Itu tidak boleh dijual jadi hewan kurban, harus sehat,” tegasnya.
Setelah pemotongan, petugas akan mengecek kondisi daging. Apakah terdapat cacing hati, serta dipastikan daging dalam kondisi sehat. “Yang paling sering ditemukan cacing hati. Kalau ditemukan, daging gak boleh dimakan. Harus dibakar atau ditanam,” jelasnya.
Rencananya, tim akan turun mulai H-7 hingga H+7 hari setelah hari raya Idul Adha. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terdapat antara 250-300 titik yang bisa dipantau oleh 50 orang anggota tima. “Ada yang bersurat minta diawasi. Seperti di masjid-masjid besar, sampai yang kecil-kecil,” ujarnya.
Dari sisi stok hewan kurban, untuk sapi saja akan disiapkan sebanyak 400-500 ekor untuk kebutuhan Idul Adha. Khusus sapi bunting dan betina, dipastikan Mutawalli, tak boleh dipotong. “Di RPH juga gak boleh masuk sapi bunting dan betina,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here