Beranda Praya Metro Monggas Pasang PJU dan Pos Ronda

Monggas Pasang PJU dan Pos Ronda

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA POS RONDA: Seorang warga melintas di dekat pos ronda di salah satu dusun di Desa Monggas, Kecamatan Kopang, kemarin.

KOPANG —Pemdes Monggas, Kecamatan Kopang tahun ini memiliki punya terobosan baru. Caranya, memprogramkan pemasangan lampu penerang jalan umum (PJU) dan berugak sebagai pos ronda di sejumlah titik.
Kades Monggas, Lalu Sahril mengatakan, untuk program pemasangan lampu PJU beberapa waktu lalu sudah tuntas dilakukan. Lokasi pemasangannya di enam titik dari enam dusun yang ada, khususnya di pinggir jalan strategis yang terlihat sepi dan rawan adanya aksi kriminal jalanan. Dikatakan, program ini ada atas usul masyarakat yang kerap melihat aksi gangguan Kamtibmas di tempat-tempat gelap yang menjadi titik pemasangan lampu PJU. Terutama aksi minum-minuman keras oknum sejumlah remaja pada malam hari yang sempat meresahkan warga yang melintas di jalan tersebut. Selain itu, karena tidak semua titik rawan bisa dipasangkan, Pemdes tahun depan berencana akan kembali mengalokasikan dana untuk pemasangannya. Sebab untuk tahun ini hanya bisa dialokasikan sebanyak Rp 13 juta lebih melalui Dana Desa (DD).
“Kita akan coba setiap tahun dianggarkan program ini. Karena saya lihat banyak warga yang memasang lampu penerang jalan dengan cara ilegal hingga daya lampu sampai 100 watt,” ungkap Sahril.
Ditambahkan, untuk program pengadaan berugak sebagai pos ronda, Pemdes menggelontorkan dana sebanyak Rp 42 juta melalui DD untuk tujuh unit berugak yang tersebar di lima dusun. Adapun dusun yang dapat yakni Dusun Monggas I, Monggas II, Bajur, Lopan dan Dusun Bage. Untuk Dusun Sabi lanjutnya, tidak dialokasikan lantaran sebelumnya 2016 lalu sudah diprogramkan. Kini, setelah pos ronda ada aktivitas ronda warga berjalan normal sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Karena sebelumnya masyarakat bersama BKD melangsungkan ronda malam dengan memanfaatkan teras warga. Tidak hanya itu, agar BKD lebih giat melakukan monitoring ke pos ronda yang ada, tahun ini Pemdes mengalokasikan dana sebanyak Rp 100 juta lebih melalui Alokasi Dana Desa (ADD) untuk operasionalnya.
“Untuk kedua program ini kita danai dari DD tahap pertama yang 20 persen itu,” pungkas Kades yang masih berstatus PNS ini. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here