Beranda Headline Atlet Loteng Tak Terurus

Atlet Loteng Tak Terurus

BERBAGI
ILUSTRASI

Dana 1 Miliar Tidak Disalurkan ke Cabor

PRAYA — Karena tidak ada kejelasan soal anggaran untuk masing-masing cabang olahraga (Cabor), kini para atlet di Loteng bicara. Mereka merasa tak diurus bahkan diberikan perhatian oleh pemerintah kabupaten termasuk komite olahraga nasional Indonesia (KONI). Para atlet pun mengeluhkan ini.
Atlet tolak peluru, Nanang mengatakan, bukan kali ini para atlet mengeluh mengenai minim perhatian dari pemerintah daerah. Tapi sejak dulu. Mereka mengeluhkan tidak ada pembinaan bahkan uang transportasi untuk bertanding tidak pernah ada? Tidak seperti para atlet di kabupaten lain seperti Bima, Mataram mereka tetap diperhatikan kesejahtraannya. Bahkan untuk uang saku atlet di Bima contohnya, mereka diberikan hingga Rp 1 juta lebih dalam satu bulannya untuk satu atlet. Belum lagi uang pembinaanya.
“Saya juga tidak tahu masalahnya mas. Dari bulan Januari hingga sekarang juga belum ada kegiatan oleh Cabor di Loteng. Tapi alasanya memang karena tidak adanya anggaran,” bebernya.
Atlet dari Gerunung ini merupakan atlet juara Nasional tolak peluru tahun 2017 di Jakarta, dia mengaku tidak tahu apa alasanya dari Dispora yang tidak memberikan anggaran. Bahkan hingga sekarang belum ada kegiatan untuk persiapan Porprov.
“Untungnya saya tetap diurus provinsi. Makanya sering dipanggil untuk lomba. Kalau di Loteng tidak ada yang kita harapkan,” tuturnya.
Dia berharap, paling tidak jika memang ada anggarannya, Dispora maupun KONI tentu harus lebih memperhatikan para atlet. Sebab, jika dibandingkan dengan atlet dari Kabupaten/kota lainnya, mereka bisa diandalkan. Tapi kenapa malah mereka tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah.
“Saya sempat minta atlat untuk latihan di Dispora. Katanya tidak ada. Terus bagaiman kita bisa berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Loteng, Lalu Aswatara menegaskan, memang sebelumnya pengurus KONI sudah kosultasi dengan dirinya terkait anggaran 1 miliar di Dispora untuk semua Cabor tersebut. Namun, pihaknya sudah menjawab kalau itu anggaran memang untuk Dispora.
“Pengurus KONI minta anggaran tersebut agar dikelola oleh KONI. Tapi tidak bisa karena pertanggung jawabanhan nantinya oleh Dispora,” katanya, kemarin.
Sehingga bila mereka membuat kegiatan harus anggaran nantinya melaui Dispora. Kalau tahun sebelumnya, KONI memang mendapatkan anggaran tapi anggaran itu bentuknya dana hibah. Sedangkan tahun ini, tidak ada dana hibah untuk KONI. Namun ada anggaran melalui Dispora untuk membuat kegiatan untuk KONI atau Cabor.
“Gimana bisa mendapatkan anggaran KONI ini baru beberapa bulan pengurusan definitif,” tegasnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here