Beranda Lombok Timur Melihat Kemeriahan Peringatan Hultah NWDI ke-83 di Pancor (1)

Melihat Kemeriahan Peringatan Hultah NWDI ke-83 di Pancor (1)

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA SEMANGAT BERLOMBA: H Munawar, koordinator lomba gerak jalan tepat waktu saat melepas peserta lomba memperingati Hultah NWDI ke 83, di aula YPPH PPD NW Pancor Lotim, kemarin.

Diisi Kegiatan Sosial, Keagamaan Hingga Olahraga

Semarak Hultah NWDI ke-83 sudah mulai sejak beberapa waktu lalu. Beragam lomba pilihan dihelat hingga puncak acara nanti.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

ALMAGFURLAH Maulana Syaikh, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, lahir di Pancor Kecamatan Selong Lombok Timur (Lotim). Ia merupakan sosok yang sangat cerdas di mata para gurunya. Terutama para guru yang menjadi tempatnya menimba ilmu agama di Madrasah Assaulatiyah Makkah Almukarrohmah. Kendati sebagai murid yang mendapatkan nilai terbaik, Maulana Syaikh yang masa kecilnya dipanggil Assagaf ini, tidak malu belajar pada sesame temannya.
Sepulangnya menimba ilmu agama di Madrasah Assaulatiyah, ketika itu masa penjajahan kolonial belanda. Abu Rauhun wa Raihanun ini, mendirikan musala Al Mujahidin di Pancor Bermi, yang hingga saat ini masih menjadi saksi bisu perjuangannya. Sebab ketika itu, banyak tantangan besar dihadapinya untuk membuat masyarakat pulau Lombok ini agar melek agama. Bahkan, harus berhadapan dengan moncong senjata para penjajah. Karena tidak sekadar memperjuangkan agama melalui pengajian dan lainnya, juga membebaskan negeri ini dari cengkraman para penjajah.
Jika kemerdekaan bangsa ini ini menginjak usia ke 73 tahun, justru NWDI yang menjadi wadah pertama perjuangan Maulana Syaikh, lebih dulu lahir dari kemerdekaan bangsa ini. Selisihnya hingga 10 tahun. Karena itu, tahun ini diperingati usia NWDI sudah ke-83 tahun, yakni tanggal 15 Jumadil Akhir 1356 Hijriyah atau tanggal 22 Agustus tahun 1937 Masehi.
NWDI diibaratkan sebagai bapak dari organisasi NW. Sedangkan NBDI juga diibaratkan sebagai ibu dari organisasi NW. Artinya, yang setiap tahun diperingati secara besar-besaran adalah NWDI. Bukan memperingati kelahiran organisasi NW. Sementara peringatan kelahiran NBDI dan NW, tidak sesemarak peringatan kelahiran NWDI ini.
Setiap memperingati ulang tahun NWDI, beragam kegiatan dilaksanakan oleh panitia yang dibentuk Ketua Dewan Tanfidziah Pengurus Besar (PB) NW. Tidak saja kegiatan sosial, keagamaan dan sebagainya. Akan tetapi juga kegiatan berbau olahraga, seperti gerak jalan tepat waktu, gerak jalan indah dan lainnya.
Kemarin, dilangsungkan gerak jalan tepat waktu oleh siswa Sekolah Dasar (SD) sederajat dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat. Antusiasme para peserta lomba terlihat jauh sebelumnya, sejak mereka mengikuti sesi latihan di masing-masing sekolah. Antusiasme itu juga terlihat saat mereka berlaga, dilepas dari Aula Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunndahlatain (YPH PPD) NW Pancor Lotim. Jumlah peserta yang mengikuti lomba gerak jalan tepat waktu ini saja, dari berbagai asal di Lotim. Peserta tingkat SD sederajat mencapai 50 sekolah. Sedangkan peserta tingkat SMP sederajat, hingga 120 peserta yang terdiri dari masing-masing regu.
Gerak jalan tepat waktu ini, mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Lotim. Mereka yang mengikuti lomba, selain menjadi bagian dari olahraga untuk kesehatan dan kebugaran. Juga dihajatkan sebagai wadah mempererat tali silaturahmi antar pelajar dan antar sekolah.
Para dewan juri dalam lomba ini, menggunakan unsur TNI dan Polri, serta para guru olahraga. Sistem penilaian menggunakan sistem Teknologi Informasi (IT). Mereka yang meraih juara tiga besar, selain mendapat piagam penghargaan, juga tropi dan uang pembinaan. “Yang kita nilai kekompakan, ketepatan waktu, kelengkapan regu dan keseragaman. Yang tidak boleh dilakukan peserta, adanya yel-yel dapat membuat orang lain tersinggung, atau saling gesek di jalan,” kata Koordinator lomba gerka jalan tepat waktu, H Munawar, kemarin. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here