Beranda Headline Bejat, Pimpinan Ponpes Cabuli Santrinya

Bejat, Pimpinan Ponpes Cabuli Santrinya

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PERIKSA: HA, pelaku pencabulan dua santrinya, saat diperiksa penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Lotim, kemarin.

LOTIM – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Abror Desa Kesik, Kecamatan Masbagik Lombok Timur (Lotim), harus berurusan dengan polisi. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim. Setelah mengakui perbuatan mencabuli dua santrinya di dalam asrama santri, Jumat (20/7) lalu.
Tersangka pencabulan ini inisial HA, 50 tahun asal Desa Kesik Kecamatan Masbagik. Sementara dua korban yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs), asal Desa Gunung Rajak Kecamatan Sakra Barat Lotim.
Aksi bejat tersangka, dengan modus membangunkan santrinya untuk salat sekitar pukul 19.00 Wita di dalam asrama. Saat itu, tersangka kemudian meraba buah dada kedua korban yang sedang tidur. Tidak puas dari luar, tangannya pun dimasukkan ke dalam baju korban, sehingga korban teriak menangis meminta tolong.
Kedua korban yang terbangun dengan perilaku bejat tersangka, sempat berusaha melakukan perlawanan. Bahkan, berusaha untuk kabur dari dalam asrama. Namun pelaku menutup kamar korban, dan meminta kedua korban tidak teriak.
Korban yang mendapat perlakuan tak senonoh, tidak habis akal. Saat itu, korban pura-pura meminta izin membeli obat pada pengurus setempat. Begitu dapat izin, langsung melarikan diri dari Ponpes, dan pulang ke rumahnya. Memberitahukan perbuatan tersangka pada kedua orang tuanya.
Tidak terima dengan perlakuan tersangka terhadap anaknya, kedua orang tua korban langsung melaporkan kasus ini ke Unit PPA Satreskrim Polres Lotim. Pihak keluarga korban mengancam akan bertindak di luar batas jika pelaku tidak segera ditangkap. Amarah keluarga korban redam, setelah tersangka langsung berhasil diamankan.
Terhadap kasus ini, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo SIK membenarkan penangkapan pimpinan Ponpes Al Abror Kesik itu. Ia juga menegaskan statusnya sudah ditetapkan menjadi tersangka. “Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Tersangka terancam dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ucap Joko. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here