Beranda Headline Pemkab Gelar FGD Penyusunan Rencana Pembangunan Industri

Pemkab Gelar FGD Penyusunan Rencana Pembangunan Industri

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA KANTOR: Seorang sedang melintas di kantor LTSP.

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Loteng menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana Pembangunan Industri Kapupaten (RPIK) Loteng (4/7).
Assisten II bidang Administrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Tengah. Nasrun menyampaikan, kegiatan ini dalam upaya untuk menggali potensi yang ada di Lombok Tengah yang berdampak pada usaha pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya RPIK ini jangan sampai tumpang tindih antara RPJP dan RTRW Loteng. Karenanya, perlu pendataan yang konfrehensif, valid dan harus diperbanyak konsultasi ke Industri Kecil Menengah (IKM) terkait dengan kebutuhan, masalah dan solusi sehingga RPIK ini bisa menjadi acuan untuk pembangunan industri di Loteng),”jelasnya.
Dalam kegiatan ini mulai dipetakan langkah-langkah strategi pengembangan kawasan peruntukan industri, terkait Rencana Pembangunan Industri di Lombok Tengah seperti membuat Masterplan kawasan industri, menetapkan Industri Prioritas, membuat sentra-sentra produk IKM, menyokong akses pendanaan untuk meningkatkan produksi khususnya bagi IKM, meningkatkan event-event promosi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah,meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM, infrastruktur dan teknologi industri, memberikan kemudahan perizinan serta memberikan advokasi (perlindungan) tentang Hak atas Kekayaan Intelektual atau hak cipta.

Selain itu juga perlu diperhatiakan jaminan ketersediaan bahan baku (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) melalui kordinasi dengan instansi terkait dan kemitraan serta intergrasi antara sisi hulu dan hilir yang didukung dengan infrastruktur yang memadai.
Salah satu narasumber dari Universitas Mataram (Unram), Iwan Harsono menambahkan, dalam masterplan, actionplan, analisis pemasaran, kemampuan pendanaan dan permasalahan yang dihadapi selama ini serta kajian akademik dan hukum. RPIK Lombok Tengah memiliki jangka waktu 20 tahun dengan tahapan per 5 tahun.
“Dalam jangka waktu lima tahun pertama dibentuk sentra-sentra industri yang paling berpotensi memiliki nilai jual tinggi sehingga akan menghasilkan destinasi dan produk-produk unggulan,” sarannya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here