Beranda Mataram Kampanyekan Mainan Tradisional di HAN 2018

Kampanyekan Mainan Tradisional di HAN 2018

BERBAGI
ririn/radar mandalika HARI ANAK NASIONAL: Wakil Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi (kanan) saat mendampingi Abdul Gawi, salah satu anak berkebutuhan khusus (ABK) belum lama ini.

MATARAM —Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Namun untuk HAN tingkat Kota Mataram, rencananya dirayakan pada 9 Agustus mendatang. “Kegiatan dipusatkan di Islamic Center (IC) dan aula lantai 3 kantor Wali Kota Mataram,” jelas Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi belum lama ini.
HAN tahun ini mengusung tagline “Jam Main Kita”. Harapannya, Wali Kota dan Gubernura mau ikut ikut bermain dengan anak-anak. “Kami coba mengkampanyekan kembali mainan tradisional anak-anak yang membutuhkan energy,” jelasnya.
Sebab masalah saat ini, anak-anak kecanduan gadget. Karenanya, panitia HAN tingkat Kota Mataram mencoba menghidupkan kembali mainan tradisional anak-anak. Seperti selodor, engrang, dan gangsing. “Pokoknya permainan-permainan yang lebih banyak mengeluarkan energi anak-anak,” terangnya.
Harapannya selain pejabat, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) bisa bergabung bermain bersama anak-anak. Begitu juga orangtua bisa ikut mendampingi anak-anaknya bermain. “Sehingga anak-anak temukan kembali dunianya. Dan anak-anak kembali bermain layaknya anak-anak,” ungkapnya.
Semakin kecanduannya anak-anak terhadap gadget, diakui Joko, memicu tingginya angka perundungan atau bullying. “Kenapa perundungan tinggi, karena mereka terbiasa pola gadget. Main sendiri, interaksi sosial minim,” tandasnya.
Dengan tagline “Jam Main Kita”, nilai-nilai positif yang terkandung di balik permainan tradisional. seperti nilai kejujuran hingga kedisplinan. “Kita ingin anak-anak temukan kembali dunianya,” sambung Ketua LPA Kota Mataram, Nyayu Ernawati.
Mengingat kegiatan HAN dilakukan hari Ahad, bertepatan dengan Car Free Day (CFD) maka harapannya bisa diikuti anak-anak sebanyak-banyaknya. “Kak Seto juga akan hadir. Dan infonya, beberapa kementerian juga bisa hadir,” katanya seraya memberi alasan puncak HAN di Kota Mataram diundur ke tanggal 9 Agustus. Karena di tanggal 23 Juli, jajaran LPA dan Dewan Anak Mataram (DAM) berangkat ke Surabaya mengikuti puncak peringatan HAN yang secara nasional dipusatkan di Surabaya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here