Beranda Headline Dinas PUPR Pasang Pipa Atasi Kekeringan

Dinas PUPR Pasang Pipa Atasi Kekeringan

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA CEK MATA AIR: Pihak Dinas PU-PR Lobar saat mengecek sumber mata air di Desa Sekotong Tengah, beberapa waktu lalu.

LOBAR —Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai mencari solusi untuk mengatasi kekeringan di kawasan puncak bukit Dusun Serero, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong. Salah satunya dengan pemasangan pipa dari sumber air menuju desa yang terdampak kekeringan.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lobar sedang mengusulkan anggaran untuk pemasangan pipa tersebut. Bahkan dari Dinas PUPR sudah mengecek langsung lokasi sumber mata air yang nantinya akan diairi ke pemukiman warga. “Saya minta jajaran turun ke lapangan untuk ngecek,” kata Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Artadana, kemarin.
Menurutnya, pengecekan itu untuk memastikan jika debit air di sumber cukup untuk mengairi. Termasuk mengukur berapa panjang pipa yang akan diusulkan untuk direalisasikan dalam APBD perubahan tahun ini. Meski pihaknya masih akan memastikan dahulu ketersediaan anggaran yang dimiliki. “Mudah-mudahan anggaran tersedia agar bisa dipasang pada APBD perubahan,” harapnya.
Dari hasil pengecekan itu, sumber air yang ada dianggap memadai untuk dialirkan ke pemukiman warga. Lantaran dapat menghasilkan 10 ribu liter perhari. “Infonya bantuan berupa sumur pipa dan tower, terus dialiri ke rumah masyarakat,” ujar seorang warga Dusun Sesero, Syamsuddin.
Pemuda bergelar S2 ini, sangat berterimakasih kepada Pemkab Lobar. Utamanya pemerintah desa dan jajarannya, serta semua pihak yang membantu dalam menyuarakan persoalan ini.
Perlu diketahui, Dusun Serero merupakan salah satu dusun di Desa Sekotong tengah yang tiap tahunnya dilanda kekeringan. Warga setempatkerap kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. “Warga sangat berharap agar pipa yang menghubungkan mata air dengan permukiman warga segera terealisasi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat, Amaq Ahyar.
Menurutnya, jarak antara sumber mata air bernama Eyat Asak dengan pemukiman warga mencapai 3 kilometer. Syukurnya, sumber mata air ini tak pernah surut meskipun kondisi kekeringan. “Kalau dipasang pipa ke rumah warga, kami yakin kebutuhan air semua warga akan terpenuhi. Sehingga tak ada lagi kekeringan,” ujarnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here