Beranda Lombok Timur Berawal Sariawan, Kulit Juniarti Melepuh

Berawal Sariawan, Kulit Juniarti Melepuh

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA JALANI PERAWATAN: Junarti terbaring di Puskesmas Masbagik karena kondisi penyakitnya yang semakin kritis, Terlihat kulitnya terus melepuh, kemarin.

LOTIM – Kondisi Juniarti, warga Dusun Nyakap Desa Masbagik Kecamatan Masbagik, semakin parah. Kulit tubuhnya melepuh, berawal dari penyakit sariawan yang dideritanya sekitar bulan Maret lalu. Kondisi ekonomi yang lemah, membuat ia menempuh pengobatan tradisional.
Ironinya sampai penyakitnya kian parah, Juniarti tak mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Penerima Banutan Iuran (PBI). Karena makin parah di tengah keterbatasan ekonomi, Juniarti dilarikan ke Puskesmas Masbagik, kemarin.
Kepada Radar Mandalika, suami Juniarti (pasien) Lalu Harioko Melalui ponselnya menuturkan, sekitar maret lalu istrinya menderita penyakit sariawan. Ia pun membawa istrinya ke Puskesmas Masbagik dan menjalani rawat inap selama empat hari dan diinfus.
Sepulang dari Puskesmas, kondisinya bukannya membaik. Namun justru mulai parah. Tiba-tiba, penyakitnya makin meluas menjalar ke seluruh tubuhnya. Karena berpenghasilan tidak tetap, ia memutuskan pengobatan secara tradisional di rumahnya. Ia khawatir jika dibawa ke Puskesmas atau ke rumah sakit, akan diminta biaya tinggi. Sedangkan untuk hidup sehari-hari saja pas-pasan. Ia bekerja serabutan, demi menghidupi keluarga dan biaya pengobatan istrinya.
Selama kondisi istrinya makin parah, tak pernah ada bantuan berupa BPJS Kesehatan dari pemerintah. Herannya, anaknya sendiri justru mendapatkan BPJS Kesehatan PBI. Sedangkan ia dan sang istri tidak mendapatkan BPJS Kesehatan PBI itu.
Sudah ia coba berkomunikasi dengan kepala dusun (Kadus) maupun kepala desa (Kades) Kotaraja tempat tinggal awal sebelum perawatan di rumah mertua (orang tua kandung pasien). Namun dijawabnya belum ada turun dari pemerintah terkait. Atas kondisi itu, ia hanya bisa bersabar sembari tetap merawat istri dengan seadanya. Lagi-lagi karena kondisi ekonomi, ia merawat istrinya sendiri di rumah mertuanya di Masbagik. “Penyakitnya makin parah sejak dua bulan terakhir,” tuturnya.
Saat ini, Juniarti sudah dibawa ke Puskesmas Masbagik untuk mendapat perawatan medis. Ia berharap, ada belas kasih pemerintah memberikan bantuan, untuk menanggulangi biaya pengobatan istrinya yang semakin parah. “Kami belum tahu apa jenis penyakitnya ini. karena belum ada vonis dokter,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here