Beranda Headline Semua Gratis di Panti Sosial Satria Baturaden

Semua Gratis di Panti Sosial Satria Baturaden

BERBAGI

LOBAR – Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Satria Baturaden memberikan pelayanan yang semuanya gratis kepada para residen atau warga korban penggunaan narkotika dan zat adaktif lainnya. Kecuali biaya perjalanan dari alamat tempat tinggal korban menuju Panti Sosial Satria di Baturaden menjadi tanggung jawab keluarga korban.
‘’Korban penyalahgunaan napza bisa datang sendiri, diantar orangtua atau wali, dirujuk dari lembaga terkait, putusan pengadilan untuk dirahabilitasi atau hasil penjangkauan tim PSRSKP Napza Satria Baturaden,’’ jelas Dra Restianingsih MM, Kepala Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Satria Baturaden saat menjadi narasumber pada acara sosialisasi dan koordinasi social korban penyalahgunaan napza wilayah NTB di Hotel Bintang Senggigi, Lombok Barat, Kamis 19 Juli 2018.
Adapun kriteria calon residen yang diterima antara lain korban penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang , berjenis kelamin laki-laki, memiliki orangtua/wali yang bertanggung jawab, tidak sedang berhadapan dengan hukum atau sudah mendapat putusan pengadilan, memiliki KK/KTP atau surat keterangan domisili, tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan menular, mampu mengikuti program rehabilitasi.
Panti sosial ini dilengkapi delapan unit asrama, ruang makan, aula, ruang interaktif, ruang ibadah, ruang konseling, ruangan dan sarana bimbingan keterampilan, ruang perawatan, ruang olahraga, wisma tamu dan ruang kantor dan tentunya halaman yang cukup luas untuk memberikan kenyamanan. ‘’Semua yang diberikan Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Satria Baturaden gratis,’’ tandas Restianingsih.
Kegiatan sosialisasi diikuti para pekerja sosial dari dinas sosial kabupaten/kota se-Pulau Lombok dan Provinsi NTB dan lembaga terkait lainnya. Dalam sesi diskusi muncul berbagai permasalahan terkait korban penyalahgunaan narkoba. Antara lain ketika korban hendak diajak masuk panti sosial untuk direhabilitasi, keluarga korban justru tidak bersedia karena malu dengan stigma negatif. Bahwa setiap anak yang masuk panti sosial pasti sedang mengalami sesuatu masalah (aib) yang serius. Padahal, ketika korban tetap berada di luar, tidak ada bimbingan dan rehabilitasi dan akibatnya maut selalu mengintai.
Kehadiran Panti Sosial Satria Baturaden ini juga bisa menjadi solusi, anak direhabilitasi ke panti yang jauh dari tempat tinggalnya. Misalnya korban tinggal di NTB, rehabilitasinya di Baturaden. Dengan demikian, stigma yang salah tidak jadi lagi menjadi batu sandungan. Wilayah pelayanan Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Satria Baturaden meliputi DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Rehabilitasi bagi korban narkotika akan diberikan maksimal satu tahun. Setelah direhabilitasi akan dikembalikan kepada keluarga dan pengawasan selanjutnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab keluarga. ‘’Selama di Baturaden hak-hak dasar pastinya akan terpenuhi, meliputi makanan, tempat tinggal dan pakaian,’’ jelasnya. (dm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here