Beranda Headline KPU Larang Parpol Ganti Nama Caleg

KPU Larang Parpol Ganti Nama Caleg

BERBAGI
KPU

933 Caleg Rebut 65 Kursi Udayana

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang partai politik mengganti nama dan menambah nama calon legislatif yang sudah didaftarkan selasa (17/07) kemarin pada perubahan di 22-31 Juli. Parpol harus memaknai bahwa perubahan yaitu melengkapi kekurangan berkas sebelumnya.
“Tidak boleh nambah,” tegas Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori, kemarin.
Seperti diketahui, hasil pendaftaran 16 partai politik untuk Pileg provinsi hanya tujuh parpol mendaftarkan 65 kursi sesuai jumlah kursi yang tersedia di DPDR Udayana. Parpol itu Demokrat, Gerindra, Golkar, Hanura, PKS, PPP dan Partai Berkarya. Kemudian PDIP dan PKB hanya mendaftarkan 64 caleg. PBB 63 Celeg, Nasdem 62 dan PAN 60, Perindo 58, Partai Garuda 46 Caleg, PKPI 40 dan PSI hanya 21 caleg.
Sampai penutupan pendaftaran ternyata ada 933 caleg yang didaftarkan oleh 16 parpol di delapan Dapil, dari jumlah tersebut ada 357 caleg (38,26%) diantaranya adalah perempuan. 933 Caleg akan merebut 65 kursi DPRD atau 868 Caleg akan terpental.
Aksar mengatakan ada pengecualian dalam pergantian nama yaitu ada yang meninggal dunia, bisa juga karena tidak terpenuhi 30 persen perempuan dan bisa juga setelah diettapkan sebagai Daftar Calon Sementara (DCS) karena ada pengaduan masyarakat atau tidak sesuai dengan fakta integritas yang telah ditandatangani yaitu caleg yang terbukti pernah melakukan tindak pidana bandar narkoba, kejahatan seksual anak dan korupsi.

“Selain itu tetap tidak bisa,” tegas Aksar.

Aksar menjelaskan untuk pengaduan masyarakat, akan dilihat setelah KPU mengumumkan DCS mengingat pengumuman itu bertujuan untuk menyerap pandangan masyarakat terhadap calon calon itu.

Jika masyarakat mengetahui atau memiliki fakta dan data tentang caleg tersebut yang menurutnya tidak layak maka bisa disampaikan ke KPU.

Dalam pesta demokrasi ini, KPU berharap seluruh caleg melengkapi berkasnya di masa perbaikan sesuai jadwal. Tidak usah mengkhawatirkan nomor urut. Untuk kaum perempuan tidak usah patah semangat di tengah keriuhan 60 sampai dengan 70 persen jumlah laki-laki mendaftar. Semua memiliki peluang yang sama, rakyat akan memilih caleg yang dikenal baik oleh mereka dan diyakini bisa memperjuangkan kepentingan mereka. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here