Beranda Headline Ketika Setiap Tahun Lotim Butuh Spesialis Dokter Gigi

Ketika Setiap Tahun Lotim Butuh Spesialis Dokter Gigi

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA H Asrul Shani

Lulusan Kurang, Kalaupun Ada Jadi Rebutan

Pemda Lotim sampai saat ini masih membutuhkan dokter gigi. Kendati gaji besar ditawarkan pemerintah, namun masih sepi mendaftar di Lotim.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

JUMLAH Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Lombok Timur (Lotim), terus bertambah. Penambahan ini untuk mendekatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Bagaimana pun, wilayah Lotim cukup luas dan jumlah penduduk cukup tinggi hingga 1,3 juta jiwa lebih.
Selain penambahan Fasilitas Kesehatan (Faskes), kebutuhan akan sarana dan prasarana seperti Alat Kesehatan (Alkes) juga terus ditingkatkan. Tak terkecuali, perhatian Dinas Kesehatan (Dikes) terhadap masyarakat miskin, memberikan kartu sehat, dan ditanggung penuh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Saat ini, jumlah Puskesmas di Lotim sudah mencapai 32 unit. Selain membutuhkan jumlah perawat dan bidan, tentu juga membutuhkan dokter. Baik itu dokter umum, dokter gigi dan spesialis lainnya. Setiap tahun, emda Lotim melalui Dikes membuka rekrutmen Honor Daerah (Honda) untuk dokter umum dan dokter gigi. Mengingat kebutuhan akan dokter gigi di daerah ini, masih tergolong cukup tinggi.
Dari 32 Puskesmas yang ada, jumlah dokter gigi yang ada di daerah ini hanya 14 orang. Jumlah itu belum sebanding dengan kebutuhan pemerintah. Tahun 2017 lalu, Dikes membuka lowongan 10 dokter umum, dan 10 dokter gigi. Akan tetapi, tak satu pun ada dokter gigi yang mendaftar. Yang mendaftar banyak justru dokter umum.
Karena tidak ada yang mendaftar dari dokter gigi, sehingga kuota dokter gigi dialihkan ke dokter umum. Sampai saat ini, beberapa puskesmas yang belum memiliki dokter gigi seperti Puskesmas Sambelia, Belanting, rarang, Puskesmas Karang Baru, dan puskesmas lainnya. Sedangkan Puskesmas yang sudah memiliki dokter gigi seperti Puskesmas Selong, Sakra, Keruak dan lainnya.
Menurut Kepala Dikes Lotim H Asrul Shani, pihaknya setiap tahun tetap membuka lowongan untuk dokter gigi. Namun, bukan peminatnya yang kurang. Melainkan lulusannya yang masih sangat kurang. Meski nominal gaji yang ditawarkan pemerintah, mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta per bulan. Belum lagi pendapatan lainnya, sehingga bisa mendapatkan penghasilan cukup besar. “Kita hanya punya 18 dokter gigi saja. Untuk memenuhi kebutuhan dokter gigi, tetap akan kita buka lowongan,” kata Asrul. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here