Beranda Lombok Barat 450 JCH Kloter Utuh Lobar Diberangkatkan

450 JCH Kloter Utuh Lobar Diberangkatkan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA LEPAS: Suasana pelepasan JCH kloter utuh Lobar di Becingah Agung Lobar, Kamis (19/7) malam.

Di Bawah 10 Persen Jamaah Risti

LOBAR —Sebanyak 450 jamaah calon haji (JCH) asal Lombok Barat (Lobar) kloter utuh, diberangkatkan Kamis (19/7) malam. Dari total JCH yang masuk kloter 3 itu, di bawah 10 persen tergolong jamaah risiko tinggi (Risti). “Itu dari tim kesehatan nanti yang pastikan,” kata Hal Kepala Kemenag Lobar, H Jaelani di sela-sela pelepasan JCH di Becingah Agung Kantor Bupati Lobar.
Mengenai usianya, ia tidak bisa menggolongkan jamaah yang termasuk Risti. Mengingat kemungkinan para jamaah Risti itu memiliki bawaan penyakit. “Tidak tentu kadang 50 tahun, di bawahnya atau di atasnya, karena ada penyakit bawaan,” jelasnya.
Dari total 581 JCH Lobar, terdapat sekitar sembilan orang yang terkatagori lanjut usia (lansia). Jamaah tertua berusia sekitar 90 tahun. Tenaga kesehatan telah memberikan semacam gelang khusus bagi JCH Risti. “Sehingga bisa diketahui mana yang masuk kategori Risti,” sambungnya.
Setelah pelepasan keberangkatan kloter 3 sebanyak 450 orang, sisa jamaah sebanyak 131 orang masuk kloter campuran dengan kabupaten/kota lainnya. Rencananya diberangkatkan 29 Juli mendatang.
“Jumlah JCH tahun ini ditambah lima petugas haji daerah terdiri dokter, paramedis, dan masing-masing satu pembimbing haji kabupaten dan provinsi,” katanya.
Diakui, terdapat perubahan jadwal keberangkatan JCH kloter utuh Lobar. Sebelumnya dijadwalkan akan dilepas pada tanggal 20 Juli sekitar pukul 07.00 Wita, Dimajukan menjadi Kamis (19/7) malam sekitar pukul 20.00 wita. “Keberangkatannya jam 01.25 menit dari Bandara Internasional Lombok (BIL),” tambahnya.
Perubahan waktu keberangkatan itu akibat adanya sistem biometric atau pengambilan sidik jari dan foto wajah di embarkasi. Proses itu dikhawatirkan akan memakan waktu lama, sehingga akan mengurangi waktu istirahat para JCH.
“Kita belajar dari pengalaman kloter sebelumnya, kloter 1 dan 2. Karena waktunya mepet sekali. Satu kali 24 jam saja masih keteteran,” ungkapnya.
Sementara Bupati Lobar, H Fauzan Khalid berpesan kepada para JCH Lobar mulai menempatkan diri sebagai tamu Allah. Tetap menjaga nama baik daerah, dan negara. Mengingat para jamaah haji menjadi duta dari daerah maupun Indonesia. “Pas kita beribadah pasti banyak cobaan. Yang terpenting, harus sabra karena pasti banyak menemukan hal-hal yang bisa menyulut emosi,” pesannya.
Bupati juga meminta kepada para JCH tetap menjaga kebersamaan di Arab Saudi, kemudian menghindari berpergian sendiri. “Kalau mau ke masjidil Haram jangan sendiri, harus ada temannya. Kalau perlu yang paham dan mengerti bahasa Arab,” imbuhnya. (cr-win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here