Beranda Praya Metro Warga Banyu Urip Butuh Air

Warga Banyu Urip Butuh Air

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA BUTUH AIR: Sejumlah warga Desa Banyu Urip saat mengadu kepada wakil rakyat di DPRD Loteng, kemarin.

PRAYA — Puluhan warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat datang mengadu ke kantor DPRD Loteng, kemarin.
Warga yang datang ini gara-gara kondisi saluran irigasi yang rusak, dan kemudian menyebabkan air tidak ada mengalir. Demikian juga tanaman petani jadi gagal panen.
“Sejak bulan puasa, kami sudah laporkan sudah rusak. Tapi sampai sekarang belum juga direspons pemerintah daerah,” terang Miliarta yang jadi depan dalam hearing itu.
Selain itu kata dia, jika jaringan irigasi dari Bendungan Batu Bokah di Desa Banyu Urip tersebut tidak diperbaiki, tentu juga akan berdampak pada musim tanam mendatang. Ratusan hektare sawah milik petani terancam gagal panen. Sehingga, mayarakat berharap agar DPRD nantinya mendorong pemerintah untuk segera diselsaikan.
“Kasian masyarakat kalau itu dibiarkan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saluran irigasi yang ada di desa sudah lama rusak dan bahkan sudah lama dilaporkan kepada pemerintah, baik ke pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
“Sebelumnya dari Dinas PUPR turun untuk mengecek lokasi irigasi, tapi sampai sekarang belum ada respons,” sebutnya.

Sementara itu warga lainnya, Darmawan mengaku bahwa di Desa Banyu Urip untuk pertanian sudah dibiyayai oleh Kementerian Pertanian, baik dari bibit hingga panen, hanya saja karena tidak adanya air membuat kementerian mempertanyakan komitmen dari masyarakat, apakah bisa mensukseskan program tersebut atau tidak.
“Bahkan dari kementerian sudah turun dan meragukan keberhasilan programnya,” ceritanya.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan irigasi di bendungan itu, karena kalau tidak maka seterusnya petani tidak akan bisa menanam berbagai jenis tanaman di sawah mereka.
“Kami sangat sayangkan dari dinas tidak ada yang hadir,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Loteng, H Mayuki menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan dari warga, bahkan pihaknya akan langsung turun melakukan pengecekan di lapangan.
“Kita akan turun langsung. Makanya kita akan mencari solusi jangka pendeknya dulu, kalau untuk jangka panjang kita akan bahas di APBD Perubahan,” janji Mayuki. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here